Friday, December 14, 2012

Saya suka ketika kamu berpakaian putih. Terlihat bersih. Saya juga suka ketika kamu berpakaian hijau. Atau batik. Saya juga paling suka melihat kamu memakai kaos. Atau kemeja. Atau jaket. Ternyata saya suka melihat kamu dengan pakaian apa saja. Melihat kamu dari dekat. Melihat kamu dari jauh. Melihat kamu dari layar telepon genggam saja. Melihat wajah kamu di beberapa aplikasinya.

Saya juga suka mendengar suara kamu. Suara kamu bernyanyi dengan gitar saya. Gitar yang lebih sering dijamah kamu daripada saya (betapa ambigunya). Bernyanyi lagu Ronan Keating yang diulang-ulang. Bernyanyi lagu Adele tapi liriknya salah. Bernyanyi, bernyanyi untuk diri kamu, dan juga untuk saya. Saya suka ketika kamu memarahi saya yang terlalu sering khawatir dan takut. Saya juga suka ketika kamu menelepon saya sampai mengantuk. Bahkan saya juga suka ketika kamu diam. Diam mendengarkan celoteh saya yang panjang.

Saya suka menghirup bau kamu. Bau bajumu yang tertinggal di Jatinangor. Bau bantal yang kamu tiduri. Bau bahumu. Bau punggungmu. Saya suka menghirup udara yang kita hirup bersama di dinginnya Bandung waktu hujan, atau Bekasi yang panas, atau Ciledug yang gerah. Saya suka menghirup udara di mana saya tahu kamu ada.

Saya suka ketika jari kita bertemu. Saya suka tekstur kulit di ujung jarimu. Saya suka ketika kamu menyentuh wajah saya, lalu mencubit hidung saya keras-keras. Walau setelah itu saya akan melihat punggungmu menjauh. Saya tahu punggung itu pun akan kembali membawa pemiliknya. Untuk saya hirup lagi baunya.

Saya suka kamu berdiri di ambang pintu saya. Untuk masuk dan tak keluar lagi.

2 comments:

  1. Heheheheh. Asik si Dina unyuk banget yaaa :')

    ReplyDelete
  2. memang akuh ituh unyu dan empuk seperti pembalut :3

    ReplyDelete