Saturday, February 15, 2014

Belajar Dendong, Cyin.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, kakak-kakak. Sekedar memberitahu bahwa ini adalah entry pertama gue tentang make-up! Wuuu akhirnya Dina Vionetta belajar dandan beneran *confetti*.

Gak menutup kemungkinan juga sih kalau mas-mas juga mau baca, karena ada loh cowok anak Sastra Jerman 2010 yang hobi dandan juga. I mean, he can rock purple eyeshadow....di kampus. I envy him.

So this is it.

Maafkan atas segala ketidakniatannya yah, gelar-gelar di lantai aja, hahah.

Mari kita rinci apaan saja.

1. Pelembab dan bedak

yang pertama dipake
Yang pertama dipakai adalah pelembab. Dalam rangka penghematan dan menjaga agar kulit muka ga sensitif/imun/kenapa-kenapa karena obat-obatan dokter yang keras, gw pake yang biasa-biasa aja dan murah pula, Garnier Light Complete. Lumayan ringan dan enak dipakai.

Lalu dilanjut bedak tabur. Kenapa pilih bedak tabur? Karena katanya sih mengurangi minyak. Katanya. Tapi kenyataannya yang mengurangi minyak hanyalah kertas minyak sodarah-sodarah. Jadi, gue pakai bedak tabur cuma karena alasan yang sama dengan pelembabnya, ringan dan enak dipakai. Bedak tabur favorit itu Wardah Anti-Acne. Sekarang-sekarang ini gue emang gak pernah jerawatan banyak kayak pas semester 3 atau 4 lagi sih.

2. Eyeshadow

yang kedua dipakai
Sebenarnya yang punya gue itu yang sebelah kanan aja, yang kiri pinjem punya mama. Hehe. Yang kiri punya mama itu merknya Wardah. Lupa seri apa. Pokoknya kalau di toko Wardah, insya Allah pasti nemu ini deh karena palet warnanya natural dan kata mbaknya banyak yang beli. Yang kanan punya gue itu merknya Nonna, abal-abal atau engganya gue gatau soalnya beli di stand-stand pinggir Jatos gitu deeh. Suka karena warnanya netral dan tentu saja karena murah, lol.

Kalo yang Wardah itu, ada shimmernya. Biasanya make warna cokelatnya aja di kelopak, terus kuningnya di tulang alis buat highlight. Nah yang Nonna itu dipakai kalau lagi pengen efek smokey eyes, jadi gradasi ke samping gitu makainya. Pertama pakai yang coklat gelap keemasan dari bagian dalam mata, terus digradasi pakai warna hitam ke bagian luar mata. Yang warna putihnya agak useless sih, kirain bisa buat highlight tulang alis, taunya kalau dipake malah kayak kena debu kapur :|

Oh iya yang Nonna itu bisa jadi shading dadakan juga. Pake kuas gede, bolak-balik aja sapuin antara cokelat emas di tengah dan hitam itu, jadi bikin warna coklat gelap. Bikin shading deh di pipi. Atau engga, yang coklat gelap di tengah itu bisa jadi shading hidung juga.

Well, basically cuma ada dua warna yang berguna di merk Nonna itu sih :p

3. Garis-garisan

yang ketiga dipake

Masih seputar mata juga, ini peralatan garis-garisan. Yang kiri itu eyeliner cair punya gue, merk cina abal-abal Lingmei, beli di Stroberi 15 ribu sajah sodara-sodara... Dan yang kanan itu pensil alis merk Pixy, warna coklat punya mama :p

Enaknya eyeliner cair ini, adalah ujungnya itu spidol bukan kuas. Pemula sekali yes. Dan gak ngerti juga bedanya sama merk "beneran" kayak Maybelline karena kalo kena air dikit sama-sama ngeletek :p Jadi, eyeliner abal-abal FTW!

Dan tips untuk beli pensil alis adalah don't you dare to buy the black one because you will be look like wayang orang. Mending warna cokelat, terus kalo kurang kereng disapuin pake eyeshadow hitam lagi tipis-tipis pake kuas kecil.

4. Pipi-pipian

yang keempat dipake

Yang kanan lagi-lagi punya mama. Merknya Ultima II, no 051 Rose Apricot. Warnanya pink, jadi sebagai blush on ini cocok untuk kulit terang, Tapi untuk kulit gelap, ini bisa sekalian buat bronzer juga jadi selain dipakai di pipi, ini bagus dan ngasih kontur kalo ditaro ke T area (jidat, hidung, dagu).

Nah kalo yang kiri itu punya gue, merknya Bourjois, no 32 Ambre D'or (entah kenapa di foto ini posisinya ketutup, jadi kalian ga bisa liat deh kalo ini warnanya tsakep, tapi gue males foto lagi ah). Ini warnanya peach agak orange dan ada shimmernya. Bagus untuk kulit sawo matang. Ini sama gue dipakenya di apelnya pipi.

5. Sentuhan terakhir di bibir (?)

yang terakhir dipake

This is the last but not least Kenapa ini terakhir dipake? Karena kalo dandannya pagi-pagi, berarti gue multitasking sama sarapan. Beres sarapan beta lanjut gincuan deh. 

Dan lagi-lagi, ini yang sebelah kiri lipstik punya mama, merknya Inez, no 34 Coffee Cream. Warna cokelat gelap. Tapi karena bibir gue warnanya cenderung merah gelap, jadi ini kelihatan bikin bibir lebih gelap lagi. Makanya harus dicampur sama yang sebelah kanan punya gue itu, Magic Tint Balm-nya Etude, no. 4 Cherry Red. Ini produk kece loh. Ini gabungan antara lip tint dan lip balm. Jadi bisa ngasih warna sekaligus bikin lembab karena lip tint itu biasanya justru bikin bibir kering.

***

Sekian lah mengenai produk dendong dari saya ini. Berkat dandanan tersebut, gue pernah dikira orang Arab...oleh orang Arab. Hemeh hemeh hemeh.

"Mbak, ada turunan Arab ya?"
"Hah enggak, saya Jawa pak."
"Mana ada, orang Jawa hidungnya gak gitu, matanya juga gak gitu, coba kamu tanya orangtua kamu, pasti buyut kamu ada yang nikah sama orang arab."

Udah ngotot, salah lagi 8))

No comments:

Post a Comment