Monday, April 7, 2014

El Greco - Setiabudi One Jakarta

Beberapa waktu lalu, gue main ke sini. El Greco ini adalah restoran Yunani-Mediteranian yang dimiliki oleh Pentefragkas Panagiotis, chef asal Yunani. Dia hijrah kemari gara-gara negaranya krisis gitu deh, padahal restorannya mayan sukses dulu. Sukses selama 8 tahun lamanya...dan roman-romannya restoran ini bakalan sesukses itu juga.

suasana restoran + lampu-lampu handmade dari kertas nasi
kincir angin 8 jari khas lereng perbukitan yunani. Di belakang, bagian kanan itu, (ceritanya) adalah pohon platanus

Kata chef Pentefragkas yang biasa dipanggil Panos ini, desain restorannya terinspirasi dari pedesaan Yunani. Katanya, di sana orang-orang sukanya makan di outdoor. Kafe-kafe juga biasanya tempat duduknya di luar. Kadang ada pohon yang di bawahnya dikasih bangku-bangku doang, bawa gerobak, jadi deh restoran macem kaki lima Mangga Besar. Tapi ya dengan pemandangan Yunani yang indah, gak Mangga Besar juga lah ya...

Dia tanya ke gue saat gue minta rekomendasi makanan untuk diicip, "kira-kira lo seleranya indonesia banget apa mau coba sesuatu yang yunani banget aja nih?". Gue jawab yang terakhir lah, kan ceritanya adventurous banget (apasih). Keluarlah makanan-makanan ini.

roti pita panggang dibumbui paprika bubuk, melitzana, dan tzatziki
Appetizernya adalah menu di atas. Untuk roti pita sih gitu aja ya rasanya. Ditaburin paprika bubuk aja. Cocolan yang kiri hijau itu namanya Melitzana, terong panggang dibumbuin bawang bombay, bawang putih, parsley, dan minyak zaitun. Disajikan dingin jadi rasanya seger banget. Kata si chef Panosnya, dia lebih suka dengan terong Indonesia (sounds wrong?) karena rasanya yang gak pahit. Yang kiri itu adalah Tzatziki, greek yoghurt buatan sendiri dengan timun, bawang bombay, dan minyak zaitun. Yang ini terlalu asem buat selera gue. Tapi dicocol roti pita jadinya enak enak aja sih, hahaha. *semuanya aja enak*

yemista (stuffed rice tomato)
Ini katanya main course favorit keluarga di Yunani. Tomat yang bentuknya udah lucu, diisi nasi, anak-anak jadi pada suka deh. Ini nasi berbumbu tomat dan diisiin ke dalam tomat. Rasa tomat banget deh. Sebenernya untuk main course gue suka yang lokal banget sih, gurih-gurih gitu. Jadinya gue biasa aja sama menu ini. Tapi yang jelas, sehat laaah. Dan juga berasa segernya. Kentangnya juga dibumbuin minyak zaitun, garem, merica, udah gitu aja.

Mediterranean diet yang jadi konsep makanan di sini memang memfokuskan pada makanan-makanan segar yang minim bumbu, tapi kuncinya ada di minyak zaitun. The more the merrier

Lalu, dia pun lanjut mendemonstrasikan Greek Authentic Coffee dengan teknik Hovoli. Teknik ini diambil dari kebiasaan suku Bedouin yang mematangkan kopi di pasir panas. Selain di Yunani, teknik ini dipakai di negara Timur Tengah Mediteranian seperti Turki, Arab, dll. Cuma beda kopi aja. Yang Greek style rasanya lebih ringan.

pasirnya suhu siang bolong di gurun bok, untung pas blom tau gak ane pegang-pegang
Jadi kopi itu dimasak sampai mendidih dalam gelas panjang bertangkai yang disebut Ibrik. Pas kopinya mendidih, keluarlah crema ala espresso-espresso bikin di mesin gaul.

busanya tipis warna cokelat
Karena mendidih, kopinya nyampur sendiri tanpa diaduk-aduk. Pas dituang pun sampai ga ada sisa ampas yang nempel di Ibrik. Tips menikmati kopi dari Panos adalah menunggu dulu sampai suhu kopi 30 derajat celsius, baru diminum.

Btw Panos ini juga pernah kerja di perusahaan kopi. Dia worshipping kopi Indonesia banget. Wajar aja di luar negeri kopi kita memang ngetop dan mahal kan. Di Yunani, orang-orang dan dia sendiri biasa make kopi Brazil untuk bikin Greek Coffee ini. Jadi pas nyampe sini dia happy banget bereksperimen bikin house blend beberapa jenis kopi Indonesia untuk bikin Greek Style coffee. Jadi rasanya perfecto.

Harga makanan di sini ga mahal-mahal lho. Paling mahal 60 ribuan lah. Oke nih buat makan-makan bareng temen atau keluarga. Chef Panosnya juga baik hati dan ramah sekali. Sering nyapa pelanggannya.

El Greco
Setiabudi One Ground Floor B-103
Jakarta
021-5212272

No comments:

Post a Comment