Sunday, September 14, 2014

Kuliner Tiga Sudut Dunia di Warung Tekko, Ikkudo Ichi, dan Carnivore

Eco Art Park Sentul akrab kita kenal sebagai sebuah taman edukasi yang hijau dan lapang serta menyenangkan. Berbagai mainan yang menambah pengetahuan seperti pompa spiral, parabola aktif, hingga replika robot berukuran besar bertebaran di taman ini. Suasana yang asri dengan mainan-mainan bernuansa IPTEK memang dapat membangkitkan semangat anak-anak, bahkan pada orang dewasa. 

Photo Courtesy of Furqan Lindu
Atau mungkin hanya masa kecil saya dan teman-teman saya saja yang kurang bahagia.

***

Selain terkenal dengan konsep edukasi, Eco Art Park berhasil pula memeriahkan dunia kuliner Sentul dengan Pasar Ah Poong. Popularitas Pasar Ah Poong kini cukup tinggi di kalangan warga Jabodetabek. Berbagai menu mulai dari lokal hingga mancanegara hadir di sana. Tak heran Pasar Ah Poong selalu ramai, terutama di akhir minggu.

Mencari peluang sebagai alternatif baru di tengah hingar-bingar Ah Poong -- sekaligus mengulang kesuksesan tersebut tentunya -- trio restoran Carnivore, Ikkudo Ichi, dan Warung Tekko hadir di lokasi yang sama, Ketiga restoran tersebut mengusung konsep 3-in-1 restaurant alias tiga restoran di bawah satu atap.




Kombinasi yang (secara lebay) saya panggil "Tiga Sudut Dunia" ini tidak dapat ditemukan di tempat lain karena ketiga restoran ini biasa berdiri sendiri-sendiri. Di sini kita bisa memesan makanan mulai dari yang lokal yaitu Warung Tekko yang terkenal dengan Iga Penyetnya, makanan Western yaitu Carnivore yang terkenal dengan berbagai steaknya, serta makanan Jepang yaitu Ikkudo Ichi yang terkenal dengan ramennya.

Ketiga restoran dengan tema yang berbeda ini mau tak mau harus berkompromi soal perancangan secara keseluruhan. Hasil mashed-up dekorasi tersebut pun berakhir menarik. Ada spot-spot yang bergaya lokal seperti penggunaan lantai kayu serta lampion-lampion berbalut kain batik...


Lokasi bernuansa ketimuran dengan meja dan kursi kayu bernuansa simpel serta lampion berhiaskan juntaian bunga sakura plastik... 


Dan tentunya tak ketinggalan tempat bernuansa kebarat-baratan dengan mural yang cantik serta bingkai-bingkai dengan foto suasana Eropa.



Hal yang menarik adalah open kitchen yang disajikan ketiga dapur tiap restoran ini. Ya, dengan berani pihak manajemen membuat tiga dapur berbeda dengan awak berjumlah 8 hingga 10 orang per dapurnya. Saya juga terkesan melihat merk-merk berkualitas yang mereka gunakan di dapurnya. Sempat saya melihat open burner merk Nayati, yang jika anda seksama perhatikan, menghiasi dapur di salah satu adegan pertarungan dalam The Raid 2.

 Photo Courtesy of @imandita. Yah ba ik lah.


Walau terasa campur aduk, ada satu tema yang menyatukan desain ketiga restoran ini yaitu elemen alamnya. Suasana yang terang dan terbuka terasa sejuk melihat daun-daunan (walaupun imitasi) serta dekorasi-dekorasi kayu.

Terpukau dengan rancangan restoran berkapasitas 400 orang yang menarik ini, tak terasa matahari mulai meninggi. Cacing-cacing di perut pun berisik minta makan. Akhirnya saya dan teman-teman duduk manis di meja menunggu menu. 

Tak lama kemudian, kami disodori tiga buku menu yang berbeda. Loh? Macam makan di foodcourt ITC saja ini. Cukup bingung mengenai pembayaran nanti, pramusaji menjelaskan kepada kami mengenai sistemnya. Oh... ternyata biarpun ada tiga restoran, struknya digabung menjadi satu. 

Selesai memesan, makanan pun berdatangan

Photo Courtesy of Furqan Lindu
Pilihan saya jatuh kepada 150 gram Sirloin Steak dengan Saus Peri-Peri dari Carnivore. Saus Peri-Peri ternyata sangat cocok di lidah lokal saya. Sausnya gurih dan bisa dibilang sangat pedas untuk ukuran saus steak. Sayangnya daging steak yang fotogenik dengan tingkat kematangan medium itu bertekstur agak alot. Well, tak mengapa lah karena sudah ditebus dengan saus yang enak. Hari yang panas ditambah steak yang mengepul dan saus yang pedas nikmat = keringetan!



Untuk mengguyurnya, pilihan saya jatuh kepada Virgin Mojito dari Carnivore pula. Hmm rasa jeruk nipis bercampur dengan soda dan daun mint merupakan kombinasi yang sangat pas. Asamnya nendang juga. Kerongkongan langsung segar.

Makan bersama tentunya diiringi dengan icip-icip piring tetangga.


Jamur Crispy Penyet menjadi teman makan yang menyenangkan. Jamur tiram dengan balutan tepung garing enak juga dicocol ke sambal terasi. Jadi ingin bikin sendiri di rumah.


Tori Kara Ramen, salah satu andalah Ikkudo Ichi. Ramen dengan kuah ayam yang kaya dan kental disajikan bersama charsiu ayam, telur setengah matang, pipilan jagung,irisan jamur kuping, irisan daun bawang, serta saus spesial Ikkudo yang pedasnya nampol. Ramen ini mengingatkan saya pada Goddess Ramen di film The Ramen Girl (2008) yang dibintangi oleh Brittany Murphy.


Yaki Tori Gyoza Ebi Iri, gyoza atau dumpling goreng dengan isian ayam dan udang. Gyoza ini disajikan dengan saus berbahan dasar shoyu, wijen, dan cabai. Saya rasa gyoza ini akan lebih nikmat bila dicocol dengan saus yang sedikit manis atau asam. Ah, rasanya kuah cuko pempek enak juga jadi paduan gyoza ini. Maklum selera lokal.



Jika ingin menambah minuman, jangan ragu untuk langsung panggil pramusajinya. Mereka akan cepat dan sigap dalam melayani anda. Atau jika ingin berjalan-jalan, mampir saja di bar restoran ini. Bar ini menyajikan minuman untuk ketiga restoran mulai dari kopi, mocktail, jus, hingga jenis-jenis es campur. Tak hanya lengkap, dekorasinya pun cantik, dihiasi tegel-tegel aneka motif yang bernuansa eklektik.



Jalan menuju bar yang terletak di lantai mezzanine tersebut pun didesain simpel dan cantik menggunakan elemen kayu dan warna alam.

Selain pesan minuman, solusi mendinginkan sembari mencuci mulut tentunya jatuh ke dessert. Fruit and Yoghurt Snow Ice dari Warung Tekko bisa menjadi pilihan yang pas. Es susu serut ini berbahan dasar yogurt manis (rasanya mirip Yakult) dan ditaburi buah-buahan segar. Top-notch.

Ini foto saya tapi anglenya sepenuhnya nyontek Fajar, teman saya. Makasih sudah mengajari, eh rela diconteki!

Pengalaman makan bersama di Carnivore, Ikkudo Ichi, dan Warung Tekko ini sangat menyenangkan. Tentunya tidak akan ragu untuk balik lagi karena masih banyak menu yang ingin diicip. Sayangnya tak sempat karena perut keburu penuh duluan.



Iga Bakar Saus Kacang


Konro Bakar Saus Madu yang ngepulnya gak santai. Sudah kenyang saja saya masih sempat ngiler.


Avocado Passion dan Coffee Jelly. Saya sempat coba Avocado Passionnya. Unik sekali perpaduan markisa dan alpukat di kuah susu. Baru pertama kali mencoba dan ternyata pas sekali kombinasinya.



Bagaimana? Penasaran? Atau ada yang mau mengajak saya ke sini lagi? *kode ke kekasih yang detik ini sedang berada di Ranu Kumbolo* (Oh, and take me there, too!)


Warung Tekko, Ikkudo Ichi, dan Carnivore.
Eco Art Park Sentul
Jl. MH Thamrin, Sentul City
Bogor Tengah.

No comments:

Post a Comment