Sunday, September 7, 2014

Happy Birthday, Bapak! (Dinner @ Potato Head - Pacific Place, Jakarta)

Pada tanggal 4 September 2014, bapak saya menikmati bertambahnya umur yang kini mencapai angka 54 tahun. Walaupun angka tersebut bukanlah angka yang sedikit, beliau punya kepercayaan diri yang cukup tinggi rupanya untuk sesumbar, "Muka boleh tua, jiwa muda dan bahagia."

Baiklah, Selamat ulang tahun, Bapak.

Bapak dan Ratu Lebah



Setiap tahunnya, keluarga kami memiliki tradisi untuk mentraktir makan-makan ketika merayakan hari lahir. Ya, walau memang tradisi itu ditambahi khusus untuk saya dari adik-adik saya dengan "traktir hari gajian". Tentunya kami juga merayakan hari ulang tahun Bapak, namun terhalang sementara karena hari ulang tahun Bapak yang jatuh pada weekdays. Alhasil, kami sekeluarga, tentunya minus seorang adik yang sedang kuliah di Yogyakarta, menunda hajatan pertambahan angka tersebut hingga akhir minggu.

Tak terasa, datanglah hari yang ditunggu-tunggu. Hari yang dinantikan ini alhamdulillah tidak mengecewakan. Bapak saya yang lebih pantas menyandang predikat "anak gaul" daripada anak-anaknya  -- eits, jangan salah, saya tidak berlebihan. Beliau sudah lebih dahulu petantang petenteng ke restoran Padang paling hits se-ibukota "Pagi Sore" sebelum restoran itu tenar-- mengajak kami ke suatu tempat yang mengutip persis kata-katanya, "tempat nongkrong siang Bapak nih Din,"

...Potato Head.



Bapak, yang sayangnya sampai umur segini belum tobat dari kebiasaan merokok, memilih tempat duduk outdoor. Suasana restoran ini cukup cozy dan sepertinya memang ditujukan untuk menjadi tempat hang-out anak muda kekinian. Saya lihat ada beberapa cewek-gaul-asik yang main tebak kata a la Inglorious Basterds. Untungnya game tersebut tidak berlanjut dengan acara baku tembak seperti di filmnya. Sisanya, tentu saja muda-mudi yang masih dilanda cinta alias orang pacaran.



Memang pencahayaan agak remang-remang mendukung dan romantis,


Bangku-bangku bambu dengan bantal beraneka warna. Suasana di kala malam aslinya lebih remang-remang daripada foto ini.




Maaf saya ambil diam-diam fotonya mas, mbak.



Berhubung kami sudah lapar -- yah maklum seperti biasa, terlalu malam berangkat -- kami langsung memesan makanan dan minuman, oh ya, dan dessertnya langsung. Waiter di restoran ini cukup ramah dan cukup bertanggung jawab untuk memperingatkan kalau-kalau kami memesan sesuatu yang mengandung alkohol. Contohnya adalah Shirley Temple pesanan adik saya yang akhirnya dibuat versi Virgin-nya.



Tak menunggu lama, pesanan berdatangan satu per satu.

Dari kiri ke kanan, Apple-Pome Iced Tea dan Caramel Latte. Saya lupa mencatat soal harganya, tapi sepertinya berkisar antara 30-50k. Apple-Pome Iced Tea pesanan saya cukup segar karena paduan dari asamnya apel dan aroma delima yang khas, mungkin akan lebih nice apabila diminum di siang hari. Sayangnya, Caramel Latte pesanan Bapak tidak sempat saya coba. Sepertinya tidak terlalu manis karena Bapak tidak biasa meminum apa-apa yang rasanya manis. Mungkin efek bosan karena selalu dikelilingi wanita-wanita berparas manis, yaitu mama saya dan anak-anaknya. *halah*





Pesanan Mama, Chili Garlic Prawn yang disajikan bersama Buttered Rice (160k). Chili Garlic Prawn disajikan berkulit dan warnanya cantik sekali, sangat menggugah selera. Wangi bawang putih benar-benar nendang (sayangnya saya tidak terlalu suka rasa bawang putih ketika digigit). Namun untuk menu yang memajang gagah nama besar "chili", rasa udangnya kurang pedas dan cukup bland. 

Sehingga, irisan jeruk limau yang diperaskan ke dalam Chili Garlic Prawn membantu sekali menambah variasi rasa segar.

Buttered rice sendiri adalah paduan yang pas untuk si udang bawang. Nasi ini terlihat cantik warnanya, berbumbu mentega hangat dengan rasa yang ringan dan tidak terlalu berminyak.




Pesanan Tasya, Wagyu Beef Ragout Pappardelle (135k). Karena sudah kadung lapar, saya yang memilihkan menu ini tidak sempat membaca kata "ragout" di menu, alih-alih hanya kata wagyu saja yang tiba-tiba bercahaya di mata saya. 

Padahal seperti yang kita tahu, saudara-saudara, apalah guna signifikan kata "wagyu" apabila dia sudah berbentuk ragout? 8))

Di samping itu semua, rasa pasta ini cukup oke. Ragout daging penuh dengan rasa tomat yang segar dan disajikan dengan parmesan yang menambah rasa asin gurih. Selain itu, pappardelle ini mengingatkan saya kepada mie basah yang saya buat sendiri tanpa mesin, a.k.a potong-potong sendiri dari adonan yang telah digilas tipis.

Kenapa? Yah tahu begitu lebih baik saya membuat pappardelle ketimbang membuat mie. Lumayan agar terhindar dari encok dan turun berok di usia muda *elus pinggang*.




Pesanan Nadia, Duck Parmentier (290k). Menurut daftar menunya, Duck Parmentier ini adalah confit paha bebek yang disajikan dengan mashed potato gratin. Sekilas, kalau dilihat dan dirasa sedikit, menu ini lebih mengingatkan saya kepada Shepherd's Pie, namun ini adalah versi lembutnya.

Duck leg confit yang seharusnya adalah elemen utama masakan ini dimasak cukup manis sampai berasa seperti semur. Namun, entah mengapa porsinyanya kurang bagus jika dilihat dari proporsi dengan elemen pelengkapnya yaitu mashed potato gratin. Tentunya saya mengharapkan lebih banyak lagi duck leg confit di masakan ini. Di sisi lain, yang membuat saya tidak kecewa adalah potato gratinnya yang benar-benar lembut. Ada juga kacang bertekstur empuk (berwarna putih, tidak tahu apa tapi sepertinya chickpea atau pine nut) yang menambah rasa dan variasi.

Menu ini disajikan dengan salad bersaus vinaigrette. Ada buncis muda dan jenis-jenis selada di dalamnya. Salad ini pas sekali sebagai pelengkap karena rasa asam segar dari saus vinaigrette menetralisir rasa agak enek yang mungkin timbul setelah memakan hidangan bertekstur creamy.

Tapi sejujurnya saya tidak tahu apa yang membuat menu ini mahal sekali.




Pesanan saya, Seared Barramundi (180k). Menu ini adalah ikan barramundi yang diberi layer daging kepiting lembut dan crispy potato di atasnya. Pesanan ini adalah pesanan yang presentasinya paling membuat senang hati karena indah sekali penataannya. Tak cukup dengan itu, kesenangan menyantap makanan ini membuat saya ingin menyatakan "alhamdulillah" berkali-kali di dalam hati. 

Saus yang menemani ikan ini adalah foam dari champagne dan krim. Tak lupa juga saus ini dilengkapi tetesan infused oil yang sepertinya minyak basil. Sebagai sentuhan terakhir, ikan ini diberi sejumlah jumputan daun dill.

Nikmat hingga gigitan terakhir...recommended!




Dan terakhir, ini dia si ratunya malam itu. Valrhona Chocolate Ganache Cake (80k) yang dipesan untuk sharing. Walaupun ditulis paling akhir dan merupakan menu dessert, sebenarnya si cantik ini datang paling pertama.

Menu ini adalah ganache cokelat Valrhona hitam dingin yang lembut dan disajikan dengan es krim vanilla yang manis. Kue dengan tekstur yang lembut hingga mengingatkan saya pada tofu ini tidak terlalu manis rasanya. Walaupun begitu, sang ratu ini terasa sangat creamy, kaya, dan begitu nikmat, bahkan bagi saya yang bukan tipe sweet-toothed. Sialnya perut saya tidak terlalu kuat menerima hidangan cokelat sehingga punya adik penggila dessert membantu sekali dalam menghabiskan kue primadona ini.

Anyway, saya tetap merekomendasikan menu ini. Trust me, anything with Valrhona in it won't betray you.


Secara keseluruhan, Potato Head is not bad at all. Tentunya nanti akan penasaran untuk jalan ke sini lagi. Yaaa walaupun harus menunggu mana om-om senang yang dengan sukarela membayari saya makan di sini untuk kedua kalinya.


Sekali lagi, Happy Birthday Bapak! The most awesome dad in the world. Bapak saya sangat berarti buat saya karena dia adalah Bapak yang sangat demokratis dan selalu berada di garda paling depan untuk memotivasi anaknya. Sekedar informasi (yang tidak terlalu penting), untuk sekarang motivasi yang paling sering ditanamkan beliau ke saya adalah agar mengamankan kuping supaya tidak selalu panas mendengar omongan tante-tante nyinyir.

Viva la Bapake!



Bonus, sedikit remah-remah malam itu:




Like mother like daughter. Nadine dan mama memeras lemon ke dalam poci teh dalam gerakan yang berirama sama, yah seperti guru dan murid di SKJ 98.




Bapake dan cah ayu. Adek-adek ini j.o.m.b.l.o loooh.



Potato Head
Pacific Place G51A
Jl. Jenderal Sudirman Kav 52-53
Jakarta
Telp: 021 - 5797 3322
E-mail: reservation@ptt-head.com
Website: www.ptt-head.com/jakarta

No comments:

Post a Comment