Saturday, May 30, 2015

30 Menit Memasak Makanan Enak Setiap Hari (Part 3)

Baca part 2 di sini.

Setelah sesi memasak yang cukup mind-blowing dari Mbak Yayi dan istirahat pipis (oke ga penting), peserta workshop pun disegarkan dengan penampilan dari...

Max Mandias


Mamam noh! Seger banget ga, tuh?

Max Mandias ini tadinya kuliah dan kerja di Belanda. Lulus kuliah di jurusan International Finance, Max pun sempat merasakan yang namanya bekerja kantoran 9 to 5. Sungguh menarik ya, di tengah hingar-bingar kota seperti Amsterdam, City of Sin yang penuh dengan pub, cewek-cewek seksi, alkohol, ganja, keju-kejuan, daging-dagingan, dan jutaan dosa-dosa lezat lainnya, Max malah menemukan kedamaian dalam raw vegan food dan healing. Wow, got a true hipster here! Balik ke kampung halaman, Max mendirikan Burgreens, restoran burger vegan yang lagi hits banget di Jakarta.

Dalam cooking demo ini, Max memasak 3 menu. Karena hectic dan gimana gitu kan, saya jadi coba dua doang, plus ga difoto satu-satu. Berikut ini adalah menu-menu kreasi Max.


Clockwise: Veggie Wrap with 'Aioli' Mayonnaise, Oat Cinnamon Ball, dan Raw Pad Thai with Creamy Cashew Dressing 

Raw Pad Thai with Creamy Cashew Dressing


Pertama-tama, menu ini cukup bikin sedih karena saya ga kedapetan icip di demonya...huwauwauwa. Mungkin hal ini disebabkan faktor tempat duduk saya yang pojok banget. Tapi jangan salah...walaupun ga icip di demo, saya sempat icip sebelom demo! Kok bisa?

Tentu saja dengan nyomot di piring orang! Hihihi. Mas Bomas dan Mas Syukur yang saya ceritain di Part 1, ternyata (entah penasaran, entah demen) jajan Pad Thai ini lagi sehabis ikut sesi pertama workshopnya. Yaa, Burgreen Tebet ini kan memang punya satu outlet di rooftop Organik Klub.

Karena prinsipnya adalah raw vegan, hampir semua bahan dalam resep ini mentah, termasuk jamur. Padahal jamur ini jarang banget ga dimasak ya? Anyway, Max mempunyai tips agar bahan-bahan mentah terasa "matang". Proses mematangkan sendiri itu kan berpengaruh pada banyak hal seperti tekstur, warna, rasa, dan tentunya suhu. Karena ga semua hal tersebut bisa diubah tanpa proses pemasakan, Max main ke manipulasi tekstur dan rasa, terutama pada teksturnya.

"Makanan ini kan tadinya hidup juga kayak kita, jadi anggap aja sayuran seperti badan yang lagi capek. Pijat-pijat aja sayurannya. Anggap aja kayak lagi ngelemasin otot orang," kata Max di awal demo. Ternyata orang ini ga cuma healing badan, tapi juga healing sayuran! Wikwikwik. Saat dicoba, rasanya ga bener-bener matang banget sih. Lebih kayak diblansir semenitan gitu lah. Hebat ih.

Teori saya sih, kayaknya suhu badan kita ini ketransfer juga ke sayuran. Selain itu, saya jadi inget pas SD ngeremas-remas kertas buku sampe jadi tisu-tisuan. Pijat-pijat remas-meremas ini bener-bener melemaskan tiap sel kayaknya. Liat apa juga sih yang diremas, ya kali ngeremas batu akik jadi kolang kaling *krik*.

Bahan-bahan yang kita butuhkan dalam resep ini adalah:

  • 1 zucchini, spiral
  • 1 wortel lokal, spiral
  • Kol ungu, potong tipis
  • Tauge
  • Lobak, spiral
  • Jamur mentah (di sini Max sepertinya menggunakan champignon), rendam dalam minyak zaitun dan air.
  • Kacang mede panggang

Bahan saus:
  • 4 sendok makan cashew butter
  • 1 sendok makan perasan jeruk lemon
  • 1 sendok makan minyak wijen
  • 1 sendok makan liquid aminos
  • 1 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 2 sendok makan air
  • 1 sendok makan madu

 Cara membuatnya:
  • Masukkan bahan-bahan segar di mangkuk besar
  • Masukkan bahan saus di high-speed blender. Kalau ga ada (ini tak kutip langsung dari kokinya), pake blender biasa juga oke lah, ga pake high speed blender juga ga apa-apa kok. *padahal ada Bu Santi di sampingnya. Hahahah, pasang wajah galak, grak!*
  • Campur bahan dan saus, aduk rata, kalau perlu adjust rasanya, lalu taburi dengan mede panggang.
  • Sajikan!

Rasanya? Maknyuuus. Tapi lebih kayak karedok daripada Pad Thai. Lebih enak lagi pas ditambah saos sambel pedes. Sayurnya ga keras banget, tapi tetap crunchy. Hmmm...apakah ini...jampe-jampe keringet tangan Max? *pelet adek, bang*.



Veggie Wrap with "Aioli" Mayonaise


Veggie wrap ini bisa dibilang pengganti taco ala-ala atau KFC wrap ala-ala kali ya? Selain menggunakan isian yang segar, Max juga menggunakan wrap dari bahan yang bernutrisi seperti whole wheat, juga menggunakan saus aioli ala-ala dengan sentuhan vegetarian. Hmmm. Cara membuatnya pun mudah sekali. Yaaa, walaupun ada momen potong kecil-kecil sayuran. Tapi tenang, kalau bikin untuk diri sendiri, satu porsi doang, ga banyak-banyak amat lah yang dipotong.

Bahan-bahan yang diperlukan adalah:

  • Whole wheat wrap. Kata Max, kalau ga ada bisa diganti wrap lain seketemunya kita. Oke nih, seprinsip lah kita. Kalau masak jangan kebanyakan mikir, ambil aja yang ada. Yey!
  • Zucchini, potong julienne (korek api tipis banget)
  • Wortel lokal, julienne
  • Paprika, julienne
  • Alpukat, slice
  • Selada hijau
  • Basically sayuran favorit anda deh! Misalnya kol merah buat nambah warna atau alfalfa buat nambah nutrisi dan tekstur.

Bahan saus
  • 300 gram tofu. Ini adalah bahan utama buat bikin mayones-mayonesan. Sekali lagi, walaupun vegan bisa banyak berkreasi, tapi ya gimanapun juga ada faktor yang ga bisa terkejar, seperti rasa. Walau dari tekstur tofu blender akan mirip semiripnya dengan mayo, rasanya tetap saja tahu. On the other side, while usual mayo provides unnecessary fat (no no no), tofu mayo provides gooood protein.
  • 1/2 sendok makan cuka apel
  • 1/2 sendok makan perasan jeruk lemon
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok teh mustard. Untuk menambah aroma dan rasa yang lebih tajam serta tekstur yang lebih banyak, Max menyarankan kita untuk menggunakan mustard yang masih ada bijinya. Mustard ini bisa dibeli di supermarket besar. Sekali lagi, kalau ga ada kita ga usah susah sendiri, pakai ajaa yang ada.
  • 1/2 sendok makan madu
  • 2 siung bawang putih
  • Daun bawang

Cara membuat:
  • Masukkan semua bahan saus di blender, blender sampai rata banget
  • Agar lebih kental, saus ini bisa disaring di cheese cloth. Kalau bikin banyak, saus ini bisa bertahan sekitar satu minggu di kulkas.
  • Susun semua bahan segar di wrap, beri satu sendok makan saus.
  • Sajikan!

Kesan saya buat makanan ini...bukan selera saya. Yah, walaupun pas dikasih tambahan satu wrap sama Mbak Yayi sehabis demo, abis-abis aja tuh. Hihihihi. Untuk vegan sejati, menu ini mungkin cocok buat anda. Tapi untuk yang karnivor banget kayak saya, knowing that I can still eat mayo, egg, and beef, yah... kapan-kapan aja deh bikin versi raw vegannya :) 


Oat Cinnamon Roll


Untuk menu penutup, Max tentunya bikin sesuatu yang sangat simpel. Saat Max mendemokan resep ini, saya jadi ingat adek saya di rumah yang lebih dahulu punya hobi masak sebelum saya. Pas SD, dia suka bikin bola-bola biskuit dan cokelat yang kemudian didiamkan di kulkas. What a sweet treat and how very nostalgic, eh? Nah, menu ini adalah versi sehatnya bola-bola manis bikinan adik saya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:
  • 1/4 cup oat
  • 1/2 cup kismis
  • 1/4 cup mede halus
  • 1/2 sendok teh kayu manis bubuk
  • 1/2 sendok teh vanilla organik.
  • sejumput cengkeh bubuk
  • sejumput garam laut
  • madu

Cara membuat:
  • Aduk semua bahan di mangkuk. Tentunya bisa disesuaikan rasanya dengan selera anda
  • Bentuk bola-bola sesuai keinginan anda
  • Masukkan ke kulkas dan sajikan saat dingin.

Makanan ini bisa mengobati sweet craving karena teksturnya legit, namun ada tambahan tekstur kasar dari oat. Yang jelas, untuk menu ini sih, insha Allah I will definitely try this.

***

Thank you, Max sudah mengajarkan kami-kami ini menu vegan yang mudah dan ciamique. Semoga suatu saat kebaikanmu bisa dibalas dengan berkembang lipatnya Burgreens hingga kayak McD. Amin!


Buat yang penasaran sama Burgreen Tebet, gini nih penampakan outdoor terbarunya yang baru dibangun. Cantik ya? Piknik sepoi sore-sore apa kita nih?

Burgreen Tebet ini juga sudah punya layanan terbaru, yaitu piknik di taman. Bisa dilihat kalau di seberang Burgreen Tebet yang terletak di atas Organik Klub ini, terdapat sebuah taman yang luas dan asri banget. Namanya adalah Taman Honda. Burgreens menyediakan layanan delivery ke taman tersebut biar bisa makan sambil melihat yang hijau-hijau. Layanan ini berupa...pinjaman taplak terpal buat piknik cantik. Asik!

***

Walaupun yang namanya membandingkan orang itu ga baik...tapi dalem hati ini adaaa aja bawaannya buat banding-bandingan orang. Ga penting pula, kali ini malah banding-bandingin chef. Ga boleh ya Mbak! Duh, tapi gimana dong? Boleh ya? Dikiiit aja. 

Dari selera saya, sepertinya saya belum cukup siap untuk setiap hari makan ala vegan raw atau bahkan makan salad setiap hari pun. Walaupun begitu, dampak makanan ini beneran menyegarkan tubuh. Boleh lah dijadikan alternatif kapan-kapan setiap udah enek sama daging-dagingan yang berunsur acidic dan panas.

Untuk makanan favorit, saya sih lebih bisa makan masakan buatan Mbak Yayi. Selain masih ada daging-dagingannya. rasanya juga lebih kaya. Walaupun belum bisa menggantungkan hidup pada salad a.k.a lalapan saus asem, rasanya menu-menu lain buatannya patut dicoba.

Untuk prinsip dan inspirasi, Max ini benar-benar meyakinkan kita buat masak tanpa mikir banyak. Yaa walaupun Mbak Yayi-lah yang mengenalkan istilah masak tanpa drama dengan parchment paper. Heheheh. Tapi untuk urusan bahan, Max udah menggugurkan paradigma saya tentang vegan-vegan organik ribet. Kirain mesti saklek sama bahan makanan, taunya enggak, super selow, baik, dan ganteng pula. (Eh ini lagi ngomongin orangnya apa makanannya?)

Untuk kejagoan jualan, Bu Santi dong! Bisa aja sih Bu? Eh aslinya banyak banget yang kepatil lho. Swalayannya Organik Klub langsung rame banget sama peserta yang kebanyakan adalah ibu arisan socialite. Rame-rame deh mereka berburu spiralizer, bahan makanan organik, bahkan Vitamix blender yang lumayan mahal. Hebat Bu! Maaf ya saya ketawain terus sepanjang tulisan di blog ini :") Sesungguhnya saya malah pengen berguru sama ibu lho... *shedding tears* *notice me senpai*


***

Sekian buat perhatiannya di blog saya, all my imaginery readers. Hehehe. Sampai jumpa kapan-kapan di postingan bertele-tele namun berintisari ala saya. Terima kasih banyak udah sudi baca ya!



Genuine tons of love,



Dina Vionetta

1 comment:

  1. Terimakasih Artikel 30 Menit Memasak Makanan Enak Setiap Hari (Part 3) nya bagus dan membantu sekali, semoga sukses selalu yaa .. Aamiin
    Salam Resep Kue

    ReplyDelete