Friday, May 29, 2015

30 Menit Memasak Makanan Sehat Setiap Hari (Part 2)

(Baca Part 1 di sini)

Setelah demo masak dari Bu Santi (yang sesekali diselingi jualan produk Organik Klub. Mihihihihi. Harus dong!), koki kedua pun maju menyiapkan tiga resep yang cukup cihuy. Koki ini adalah...

Kushandari Arfanidewi alias Mbak Yayi.


Cakep dan bersinar-sinar. Backlight. Heu.

Mbak Yayi memiliki sebuah layanan katering bagi mereka-mereka yang ingin menurunkan berat badan (mayo diet), juga mereka-mereka yang ingin maintain berat badan atau punya kebutuhan khusus sehingga butuh katering yang bisa disesuaikan dengan masing-masing individu (balanced diet). Katering ini bisa ditemukan di hashtag instagram #AysHealthyAsCanBe.

Sejak Mbak Yayi difeature di salah satu tulisan blogger favorit saya, Leija, saya langsung jadi followernya di instagram. Mbak Yayi ini emang menarik, baik banget pula. Walaupun dia berlatar belakang arsitek, kelihatan banget kalau passion sejatinya adalah memasak. Dia ga ragu-ragu mengeksplor bahan makanan yang unik sehingga masakannya terlihat enak dan how-very-instagrammable-banget loh, maaak.

So... Let's see.

Grouper Fish Fillet, Tomatoes, and Basil in Parchment Paper


Ikan kerapu dengan tomat, basil, dan (my fav ingredient..) black olive!

Hidangan ini bercita rasa sangat bersih dan ringan dengan tekstur ikan yang sangat lembut. Salah satu bahan menarik yang diperkenalkan Mbak Yayi di menu ini adalah infused olive oil. Sebenarnya saya lumayan sering melihat bahan ini di supermarket bahan impor atau instagram koki-koki Perancis, dan yang jelas sih mahal banget. Nah di workshop ini, Mbak Yayi menjelaskan kalau sebenarnya kita bisa bikin infused oil sendiri.

(Photo courtesy of www.brit.co)
Cara membuatnya cukup mudah. Karena daya simpannya gak lama, lebih baik dibuat dalam jumlah sedikit. Resepnya dapat dilihat di sini. Minyak ini serbaguna banget, bergantung apa yang di-infuse di dalamnya.

Kembali ke menu ikan, bahan-bahan yang diperlukan adalah:
  • 4 fillet kerapu atau dory
  • 2 tomat kecil
  • infused olive oil, Mbak Yayi menggunakan lemon-infused olive oil.
  • 120 gram daun basil
  • segenggam daun marjoram
  • segenggam zaitun hitam
  • satu siung bawang putih cincang
  • perasan jeruk lemon

Di resep ini, Mbak Yayi menggunakan parchment paper untuk membungkus ikan. Tujuannya adalah menjaga kelembaban bahan-bahan saat dimasak. Parchment paper ini beda dengan kertas roti. Teksturnya lebih kaku dan dilapisi sejenis lilin yang agak tebal, banyak dijual di toko bahan kue. Alat ini serbaguna banget buat baking, dijamin anti drama dan berantakan deh panggang-panggangan ada. Ini merupakan salah satu 'tips cantik' Mbak Yayi dalam memanggang makanan di oven. Keuntungannya, selain bisa memasak dengan lebih mudah, parchment paper dapat dijadikan pengganti alumunium foils seperti di resep ini, dengan bonus bentuk masakan yang jadi lebih bagus.

Parchment paper: lebih kaku dan opaque. (Photo courtesy of www.raymondskitchen.com)

Jangan ketuker sama kertas roti yang lebih lemas dan agak tembus pandang (Courtesy of  kharismata-sejahtera.indonetwork.co.id)

Proses memasaknya cukup fun, melibatkan jari-jemari yang punya bakat origami, hihi. Langkah pertamanya adalah bikin marinated tomato. Campur tomat, black olive, bawang, air lemon, garam, dan lada. Sisihkan. Lalu, nyalakan dulu oven ke suhu kira-kira 200 derajat celcius. Langkah berikut inilah yang agak ribet dan membutuhkan crafty hands nan ciamique: lipat-lipatlah parchment paper sampai membentuk wadah yang bisa ditutup atasnya. Kita bikin dua basket di resep ini.

Anyway, langkah selanjutnya adalah menyusun dua fillet ikan di masing-masing basket. Siram dengan marinated tomato, garam, lada, air lemon, dan biar makin mantap, tentunya lemon-infused olive oil. Lipat sampai tertutup atasnya lalu panggang selama 12-14 menit.

Saat matang dan dibuka papernya, akan terlihat paduan warna putih, kuning, merah, hitam yang cantik dari berbagai bahannya. Agar menambah rasa dan warna lagi, taburilah dengan basil dan marjoram. Sajikan!

Quinoa Tabbouleh


Acung jempol dan hatur puji-pujian ke Mbak Yayi deh dengan ide Tabbouleh-nya. Dari nama saja sudah menarik ya? 

Tabbouleh merupakan hidangan Mediterania Timur yang menggabungkan elemen karbo dari bulgur atau couscous dengan berbagai sayur-sayuran. Mbak Yayi sendiri menggunakan quinoa sebagai pengganti bulgur atau couscous. Hasilnya adalah hidangan vegetarian yang gak hanya sehat, tapi juga enak.

50 Shades of Quinoa (Courtesy of huffingtonpost.com)

Quinoa merupakan makanan sehat dari daerah Amerika Selatan yang kaya akan kandungan nutrisi unik. Salah satu contohnya adalah kalsium, sehingga cocok untuk vegan yang gak minum susu. Selain itu, quinoa mengandung asam amino esensial yang tinggi, tapi rendah gluten dan kolesterol jahat. Penelitian menunjukkan kalau bahan ini memiliki khasiat anti-inflamasi, terutama pada jaringan lemak mamalia. Artinya, tentu saja berguna buat merampingkan badan. Yay!

(Btw, just random thought: Entah alam Amerika Selatan ini kaya akan superfood, atau pengusaha dan menteri pertaniannya yang jago banget jualan ya?)

Dalam segi kuliner, quinoa memiliki rasa yang tawar. Namun, jika dimasak dengan benar dia bakal punya tekstur yang cakep; fluffy tapi gak terlalu empuk. Saya sendiri merupakan penggemar makanan dengan tekstur yang kompleks, sehingga paduan quinoa dengan sayur-sayuran dalam resep ini menghasilkan makanan yang begitu greget buat saya.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam resep Quinoa Tabbouleh ala Mbak Yayi ini cukup banyak dan berbagai sayurannya mesti dipotong kecil-kecil. Jadi, sebenarnya ini lebih fun untuk dibuat bareng-bareng. Kalo bikin sendirian sih, kitorang bisa tua dong di dapur. Berikut ini adalah bahan yang diperlukan untuk membuat Tabbouleh ala Mbak Yayi:

  • 2 cup air/kaldu sayur/kaldu ayam
  • 1 cup quinoa
  • 1/4 cup minyak zaitun
  • 1/4 cup jus lemon
  • Garam secukupnya
  • 3 tomat yang sudah dipotong dadu
  • 2/3 cup zukini yang sudah dipotong dadu
  • 2/3cup wortel yang sudah dipotong dadu
  • 2/3 cup bengkuang yang sudah dipotong dadu
  • 2/3 cup paprika merah dan kuning yang sudah dipotong dadu
  • 1/2 bawang bombay merah, cincang halus
  • 1 cup jamur kancing yang sudah diiris
  • 1 cup jamur portobello yang sudah diiris
  • 1 cup peterseli segar, cincang halus

Berikut ini adalah cara membuatnya:

  • Didihkan kaldu dan garam, lalu masukkan quinoa. Tutup pancinya dan masak di api kecil selama 15 menit. Tips cantik dan sangat esensial dari memasak quinoa adalah, begitu selesai dimasak, ratakan di nampan lebar dan angin-anginkan di suhu ruang. Dengan begitu, tekstur quinoa ga akan lembek dan geuleuh.
  • Tumis berturut turut dengan minyak zaitun: bawang, jamur, wortel, paprika, zukini, dan tomat. Bumbu dengan garam, lalu masukkan jus lemon, bengkoang, dan jus lemon. Matikan api, lalu aduk-aduk quinoa.
  • Et voila, ready to serve!

Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya adalah penggemar berat makanan yang di dalamnya terdapat banyak bahan dengan tekstur berbeda. Jadi, hidangan ini jempolan banget di mulut saya, yang kebetulan pun baru pertama kali cicip quinoa di sini. Eh, tapi konon Mbak Yayi ini memang ahli banget masak quinoa. Beberapa selebgram yang ikut kateringnya bilang kalau hidangan ini adalah quinoa terbaik yang pernah mereka coba. Oke deh, Mbak Yayi. Set the bar too high, nih yeee.


Tomato and Roasted Lemon Salad


Salad warna-warni yang cukup endeus.

Buat saya, salad adalah jenis makanan yang gak akan saya pesan di manapun! Hahaha. Engga ngerti kenapa bisa kurang suka sama salad. Mungkin untuk sayur, selera saya lebih yang berkuah dan savory kali ya? Indonesian way aja deh... Sebenarnya bukan menghindari banget sih, tapi saya hanya makan salad kalau emang disajikan saja.

Sayangnya (?), makan sayuran segar itu memang cara makan sayur yang paling baik. Balanced diet dari Mbak Yayi ini memiliki prinsip bahwa living food atau raw food itu paling baik untuk badan. Jadi, bisa dipastikan Mbak Yayi selalu menyelipkan salad di dalam kotak bekal para pelanggan kateringnya.

Untuk menghindari rasa bosan, salad yang kita makan harus enak dan beda dari yang lain. Oleh karena itu, Mbak Yayi menciptakan resep ini. Bahan unik yang ada di makanan ini adalah jeruk-jerukan panggang. Walapun dalam handout jeruk yang dipanggang hanya lemon aja, tapi dalam demo ini, Mbak Yayi menggabungkan beberapa jenis jeruk biar lebih bervariasi.

Bahan yang diperlukan adalah:
  • 2 lemon ukuran sedang atau 260 gram campuran berbagai jenis jeruk. iris sangat tipis
  • 3 sendok makan olive oil
  • 1/2 sendok teh superfine sugar
  • 8 daun sage, iris tipis
  • 2,25  cup tomat baby kuning dan merah, potong dua
  • 1/2 sendok teh all-spice bubuk
  • 1/2 cup peterseli lurus
  • 1/2 cup daun mint
  • Biji dari 1 buah pome/delima
  • 1,5 sendok makan pome molasses
  • 1/2 bawang bombay merah kecil, iris
  • 2 cup baby spinach
  • Garam dan lada hitam bubuk

Cara membuat:
  • Panaskan oven ke 170 derajat celcius
  • Rebus/blansir irisan jeruk selama 2 menit, buang airnya.
  • Dalam mangkuk, campur irisan jeruk, satu sendok makan minyak zaitun, 1/2 sendok teh garam, gula, dan daun sage. Sebar di nampan dan panggang dalam oven selama 20 menit.
  • Campur tomat dengan all spice, peterseli, sisa olive oil, pome molasses, sisa garam, dan lada hitam.
  • Seperti yang kita tahu, namanya salad memang mudah ya, tinggal campur-campur aja. Nah, contekan dari yang Mbak Yayi buat sih, ini urutan platingnya: bayam, selada romaine (yang ga ada di resep tapi tiba-tiba nongol), campuran tomat, alfalfa sprout (yang ga ada di resep tapi tiba-tiba nongol), jeruk, delima, bawang, mint, siram dengan raspberry dressing.
  • Resep raspberry dressing yang ga ada di resep tapi tiba-tiba nongol: raspberry beku, lemon-infused olive oil, air, dan madu, blender.

Kesan saya pas icip salad ini, ternyata...tetap ga berubah sih pendapat saya tentang salad. Tapi, salad ini termasuk salad paling segar dan enak yang pernah saya coba. Ranking satunya masih salad yang dicoba di coffee shop apaaaa gitu di Singepo (hiks, jauh dan ga tau namanya). Alhamdulillah salad ini ranking duanya.

Yang saya suka, saus raspberrynya manis dan segar, begitu pula dengan jeruk panggangnya. Sepertinya, jeruk yang dipanggang ini mengeluarkan gula alami ya? Rasanya jadi mirip manisan jeruk. Kombinasi dengan sayurannya pun pas. Sayur favorit saya di sini adalah alfalfa sprout. Karena bentuknya kecil berserabut, mungkin dia menyerap rasa lebih banyak. Red onion pun surprisingly ga bikin salad ini jadi aneh, malah membantu menyeimbangkan rasa.

Yang saya ga suka, hmmm rasanya masih sulit memasukkan salad ini ke diet ala Indonesia. Soalnya, rasanya kurang familiar. Semoga suatu saat bisa terbiasa makan salad ya? Amiin. Demi kesehatan!


Almond Cinnamon Frappe


Starbucks ala-ala

Kalau kata Mbak Yayi sih ya, minuman ini adalah pengobat kangen kepada Starbucks, tapi ini adalah versi sehatnya. Tapi bener lho, sebelas-dua belas. Buatnya pun mudah sekali, blender-blender aja bahan-bahan berikut ini:
  • 2 sendok makan almond butter
  • 1 cup almond milk
  • 1 sendok makan madu
  • (ga diblender tapi ditabur) 1/4 sendok teh kayu manis bubuk.
Sajikan dengan es, deh!

Mbak Yayi juga kembali menjelaskan kalau kita bisa bikin sendiri almond butter atau selai-selai kacang lainnya bermodalkan food processor. Nah sebenarnya saya nih lupa caranya, Lalu tiba-tiba...datanglah Bu Santi (pendemo sebelumnya yang kebetulan pemilik Organik Klub) ngejelasin tentang blender Vitamix! Lah dia promosi... Hahahaha... *sembah tiada akhir*


***

Anyway, thanks Mbak Yayi sudah mau berbagi info! Semoga kebaikannya dibalas dengan ide-ide masakan enaque dan ciamique yang terus bermunculan di kepala. Laffff! 

Buon Appetito, les gars!!!



***


Selesai? Beluuum! Masih ada dong sambungannya :p
Part 3: Max Mandias!

1 comment:

  1. Terimakasih Artikel 30 Menit Memasak Makanan Sehat Setiap Hari (Part 2) nya bagus dan membantu sekali, semoga sukses selalu yaa .. Aamiin
    Salam Aneka Kue Kering

    ReplyDelete