Tuesday, May 12, 2015

Picnic Over Tribeca Diselingi Banyak Sekali Curhat

Terkadang, kita menginginkan perubahan besar dalam hidup. Untuk kasus saya, kata "terkadang" bisa diganti dengan kata "sering". Ketika jadi mahasiswa, saya sangat ingin cepet lulus agar bisa mengejar karir di food journalism. Setelah Tuhan menjadi Maha Baik dalam bentuk terbaiknya dan keinginan tersebut dikabulkan, dalam waktu setahun doang, saya malah pingin menjadi sesuatu yang lain, yang sayangnya sampai sekarang enggak tau apaan bentuknya.

Jadi untuk sekarang, saya lagi semi-sibuk dulu deh, makanya ga sempet ngeblog terus. Padahal, setelah resign kemarin, rencananya saya mau menghidupkan blog lagi. Sibuk apa sih Din? Nah ceritanya setelah berpikir lebih baik kembali kerja full-time, kuliah lagi, usaha, atau kawin (?), sepertinya saya memilih untuk mendedikasikan satu tahun ini untuk berburu beasiswa. Ternyata gak mudah banget ya berburu beasiswa itu. Udah lah prosesnya panjang, syaratnya banyak, ditambah lagi dengan pergumulan batin menghadapi suara hati yang suka jahat sama diri sendiri. Ha!

Di sela-sela penantian beasiswa ini, saya mencoba untuk tetap eksis di dunia persilatan makanan. Mungkin di lubuk hati terdalam, sebenarnya saya gak pingin berubah-berubah amat. Kali sih ya.

Selama dua bulan ini, saya sempat mengikuti event-event bertema makanan. Sebut saja seminar food tourism bersama Omar Niode dan ACMI (gak tahu bakal ditulis di blog ini apa engga karena udah kelamaan :p), seminar Healthy Food for Dummies dari Organik Klub, dan acara Picnic Over Tribeca. Sebenarnya kemarin punya pass ke acara FHI (Food and Hotel 2015) tapi selain masih sibuk di Jatinangor, acaranya pun jauuuuh nun di Kemayoran sana. Saat pulang ke Jakarta, rasanya capek duluan, pinginnya istirahat. Jadi, maafkan daku ya, Foodservice Today, ga bantu-bantu.

Nah, salah satu acara menarik yang saya ikuti adalah Picnic Over Tribeca. Picnic Over Tribeca ini digelar oleh LocalTaste.id bekerjasama dengan Central Park Jakarta Barat. Konsep acara ini adalah membawa suasana piknik sambil makan-makan enak di taman. Acara tersebut dimulai dari tanggal Kamis, 30 April sampai Minggu, 3 Mei 2015.

Di saat saya melihat websitenya, ya ampun, benar-benar saya terbelalak karena Sore mau manggung di hari Minggunya! Buru-burulah saya berganti pakaian dan meluncur naik taksi ke sana.



Saya sampai di sana bersama adik saya, Tasya, dalam keadaan Central Park lagi hujan. Saya pun agak mikir juga sih. Gimana cara yah Sore manggung hujan-hujan begini?

Tanpa ambil pusing, karena sesungguhnya saya adalah orang yang selalu sedia payung sebelum hujan, boong deng, karena disuruh mama aja untuk bawa payung, saya langsung jalan-jalan untuk cari makan. Kesimpulannya, benar-benar bahagia rasanya cari makan hari Minggu itu karena kebetulan jajanan yang kami berdua beli dan saling bagi itu enak semua!


Blueberry Ice Cream with Oreo Topping @mightychoice

Ini adalah es krim yang ditata ala potted plant yang sedang hits di dunia maya. Nama standnya adalah Mighty Choice. Saya dan Tasya memesan es krim rasa blueberry dengan taburan oreo. Rasanya enak, mengingatkan pada Oreo rasa Blueberry Ice Cream. Ngngng, harusnya sih Oreo Blueberry Ice Cream dong ya yang mengingatkan pada es krim ini? Kebalik jadinya.

Tekstur es krimnya cukup lembut dan ga berbutir, mirip dengan tekstur es krim corong ala restoran cepat saji. Kebetulan saya lupa harganya, yang jelas ga semahal yang saya kira. 18k? 25k? Kayaknya 25k deh. Soalnya malah ingat yang harga es krim yang ga jadi dipesan, yaitu es krim dengan tambahan alpukat seharga 30k. Paling beda-beda goceng lah ya? Oke ini sotoy.

Menurut saya, es ini membuktikan bahwa dalam melakukan pemasaran makanan, yang penting adalah penampilan terlebih dahulu. Kesimpulan itu tetiba datang setelah melihat stand es krim lain di sebelah stand Mighty Choice. Stand es krim tersebut menjual es krim pisang yang 100% terbuat dari pisang. Tentunya pilihan tersebut adalah pilihan yang lebih sehat dan lebih unik dari segi bahan. Akan tetapi, tetap saja Mighty Choice lebih ramai diantri orang termasuk saya.

Untuk harga segitu, menurut saya worth it sih. Tapi sayang, kenapa garnishnya seledri ya? Kenapa ga daun mint? Sepertinya daun mint lebih berasosiasi dengan makanan penutup daripada daun seledri.

Kalau penasaran, silakan follow instagramnya di @mightychoicejkt. Untuk pemesanan di private event atau party, ada kontak yang bisa dihubungi juga di 0819 602 3882.


Dory Pop with Seaweed and Blackpepper Seasoning @chickville_fc

Sayang sekali karena gelap, yang difoto hanya kotaknya. Chickville ini adalah jajanan gorengan ayam, ikan dory, dan cumi. Bahasa kerennya chicken pop, dory pop, dan calamari pop. Saya cukup suka dengan tekstur kulitnya yang krenyes, melengkapi ikan dory super lembut yang jadi pilihan saya malam itu. Selain itu kulitnya gak ketebelan sehingga ga berasa dibohongin alias besar tepung dari isi. Di sisi lain, karena kulitnya tipis, kerenyahannya gampang hilang. Apalagi kalau yang dipesan adalah ikan dory yang moist. Solusinya? Yah, mungkin harus dimakan cepat-cepat.

Ada 6 jenis bumbu taburan yang bisa dipilih dua jenis untuk melengkapi chicken/dory/calamari pop ini, yaitu barbecue, seaweed, pizza, keju, blackpepper, dan cabe. Bisa pula memesan tambahan mayones. Pesanan saya adalah dory pop dengan taburan bumbu seaweed dan blackpepper. Walaupun terdengar kurang nyambung, tapi percayalah, alhamdulilah rasanya nyambung. Snack kami ini dibanderol dengan harga 45k.

Chickville ini bisa dikepoin instagramnya, yaitu @chickville_fc. Chickville juga bisa dihubungi via line dengan id @chickville dan WhatsApp pada nomor 0812 8815 8868.

Ketika mencoba snack ini, saya sempat khawatir dengan bumbu bubuk yang identik dengan kata MSG walaupun dimakan juga. Namanya juga jajanan, kenyataannya sih sulit lepas dari MSG. Eh, ternyata di instagramnya Chickville mengklaim Non-MSG loh! Yah walaupun dari tulisannya agak ambigu yah yang Non-MSG ini tepungnya aja atau keseluruhan bahannya. Kepoin instagramnya dan tentukan sendiri! :p


Beef Sausage Corn Dog @genoisecorndog

Nah kalau ini adalah juaranya makanan kami malam ini. Bravo banget deh Genoise Corn Dogs! Ini pengalaman saya mencoba corn dog. Walaupun saya tergolong menyukai hampir semua jenis makanan, mungkin banyak yang tahu pula kalau saya sebenarnya ga pernah benar-benar suka makan sosis.

Tapi... Genoise Corn Dog ini lain cerita. Sosis sapi berukuran imut ini diselimuti dahulu dengan adonan tepung jagung sebelum digoreng. Hasilnya, setelah digoreng adonan tersebut membentuk lapisan yang memiliki tekstur seperti roti tipis yang sangat lembut. Saat pertama memakannya, saya merasa seperti makan hotdog tanpa topping-topping lain yang tak berarti *sayur maksudnya* tapi rotinya lebih gurih, manis, dan hangat. 

Mungkin...mungkin saja sih, corn dogs ini terasa lebih enak karena ukurannya kecil. Mungkin benar juga ungkapan good things come in small package. Corn dogs ini disajikan dengan kentang goreng berbumbu. Karena saya ga makan kentangnya, jadi saya ga bisa komen deh rasanya. Harga si corn dog beef sausage ini kalau ga salah 20k atau 25k gitu ya? Lupa. Selain beef sausage, ada juga isian cheese beef sausage dan mozarella cheese.

Wajah gumbira makan corndogs yang enak

Genoise Corndog ini bisa dikepoin di instagramnya yaitu @genoisecorndog. Katanya sih dia buka stand permanen di Plaza Semanggi. Corndogs imut ini juga bisa didelivery lewat nomor 0898 888 1383 atau BBM di pin 2A493CA9. Ada pula kontak yang bisa dihubungi untuk keperluan lain seperti kerjasama atau semacamnya di nomor 0813 2667 000 dan e-mail corndogsjkt@yahoo.com.

Emailnya yes...bener-bener mengukuhkan diri sebagai top-in-mind brand ketika menyebutkan kata corndog di jeketi. Wihiii. Memang enak kok. Saya udah kangen dengan corn dogsnya saat mengetik ini :)


Cold-Pressed Juice @euphoricjuice


Label rasa yang mencurigakan tapi ternyata enak.

Ini adalah jajanan stand terakhir kami di malam itu. Setelah jajan dengan jumawa, cold-pressed juice yang isinya bisa dibaca di gambar atas tersebut adalah penutup yang cukup menyegarkan. 

Sebelumnya, saya udah pernah mencoba jus ini di LocalFest Senayan City sehabis olahraga di Car Free Day beberapa waktu lalu bersama adik saya, Nisa.Waktu itu saya mencoba jus mint-watermelon yang super segar, sementara adik saya kalau ga salah mencoba pineapple-carrot-orange dengan cita rasa yang jauh lebih manis. Walaupun begitu, seperti halnya cold-pressed juice lainnya, rasa manis yang dihasilkan berasal dari buah asli, jadi kami benar-benar hore banget. 

Nah, ceritanya saya dan Tasya mencoba jus ini kembali di Picnic Over Tribeca untuk membuktikan, apakah jus ini enak beneran atau karena bias? Maklum, saat pertama mencobanya, saya dan Nisa baru saja lari-jalan-lari-jalan belasan kilometer selama 3 jam full. Jadi walapun harganya cukup mahal, yaitu 50k, kami merasa kalau it's TOTALLY worth our money karena sangat segar dan berasa lebih sehat jadinya.

Hasilnya? Ternyata memang enak beneran sih, hehehe. Bravo, Euphoric! Euphoric Juice bisa dikepoin di instagramnya, @euphoricjuice. Konon ada detox package preparationnya, juga private caterer khusus juice. Untuk keperluan tersebut, kontak yang bisa dihubungi adalah 0898 989 9990 atau e-mail ke euphoricjuice@gmail.com.

Setelah puas makan-makan, sampailah kami pada suatu hal yang cukup zonk. Karena tidak melihat tanda-tanda akan adanya band yang mau manggung, kami bertanya pada satu stand mengenai band yang akan tampil malam itu. Ternyata, jawabannya, gak ada.

Usut punya usut, saat melihat kembali ke websitenya, benar Sore akan manggung hari Minggu. Lebih tepatnya udah manggung hari Minggu. Minggu kapan nih? Tepatnya adalah Minggu, 15 Maret 2015, di Grand Indonesia, pada gelaran Local Taste sebelumnya. Wah kzl deh ambo, secara nama band "Sore" jelas banget nampang di websitenya. Walaupun sebenarnya ini bodoh banget, bener-bener salah saya yang kecele sama tanggal, mustinya sih websitenya lebih diperbarui dong ya?

Karena cukup kesel, walau kini dipikir-pikir lucu juga, akhirnya kami menebusnya dengan...makan-makan lagi, zzz. Tapi karena males buka-buka payung lagi, makannya agak mending lah ya di Kitchenette. Pesennya crepes paling murah, minumnya mint tea yang satu porsi bisa buat berdua, hahaha.

Inilah dia yang namanya "Walaupun wajah tersenyum, sebenarnya menangis di dalam hati"

Well, sesungguhnya saya ga menangis-menangis amat sih, karena ini kali pertama saya makan di Kitchenette. Ketawain plis, mantan food journalist apaan ga pernah makan di Kitchenette? Hahahaha.

Walaupun kecewa gak kedapetan nonton Sore, plus cuacanya kurang baik, overall saya gak nyesel sih datang ke sana. Sayangnya saya ga datang di hari Sabtu, di mana cuacanya bagus, benar-benar bisa piknik sambil gelar tikar, dan ada band yang manggung dari acara gelaran FEUI.

Jadi, cepat-cepatlah Picnic Over Tribeca digelar lagi biar saya bisa piknik kayak orang Amrik.


Karena mejeng itu perlu, BHAY!


Love cup cup waw waw,
Dina Vionetta.

No comments:

Post a Comment