Sunday, June 21, 2015

Ubud Trip Day 2: Big Brunch at Nasi Ayam Ibu Mangku Kedewatan!

Lihat Part 1 di sini

Biarpun Ubud adalah tempat yang damai banget, ternyata saya lebih terbiasa hidup hingar-bingar. Ternyata, jam 9 malam Ubud itu udah sepi banget! Sebagai puteri daerah metropolitan, tentunya saya cukup culture shock. Apalagi hari pertama trip saya itu malam Jumat. Yassalam, deh. Bhay. Perjalanan dari Gala Opening Ubud Food Festival di Rondji menuju penginapan saya yang mojok di Desa Kutuh pun diwarnai deg-deg ser. Gimana enggak? Saat memasuki Desa Kutuh, cuma saya doang, kali, yang ada di luar rumah.

Tapi...segala kengerian malam itu berubah saat fajar menyingsing. Buka mata, hati langsung nyess dibangunin sama suara burung yang sahut-sahutan.


Pemandangan saat buka pintu samping

Pemandangan saat buka pintu depan

Tapi inilah saya, anak malas 2015. Bukannya semangat bangun pagi, saya malah pengen leyeh-leyeh sampe bosen. Zzzz. Rencana awal untuk sarapan ala lokal, malah jadi brunch karena kesiangan. Setelah mandi, saya langsung menuju ke...


Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku





Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku merupakan salah satu restoran tradisional yang populer di kalangan warga lokal. Sebenarnya, banyak tempat makan nasi ayam di sepanjang jalan ini. Akan tetapi, melihat bentuk gapura masuk Ibu Mangku yang paling bagus di antara semua warung nasi ayam di Kedewatan, saya pikir kayaknya restoran ini yang paling hits. Oke, standar capcipcup cari restoran ala saya emang cukup rada-rada
.

Pemandangan menarik di area restoran

Hal yang pertama kali saya perhatikan adalah luasnya ukuran restoran ini. Iya sih, entrancenya cakep, tapi kecil ukurannya. Makanya di awal saya gak nyangka kalau ternyata ukuran dalamnya luas banget. Di area restoran ini ada beberapa bangunan seperti pura kecil, lesehan beraneka bentuk, juga area meja makan plus kursi yang reguler. Pura mininya pun dihiasi kolam yang gemericiknya bikin adem.

Menu di restoran ini hanya nasi campur, tapi mereka punya dua pilihan antara lauk dipisah atau dicampur ke nasi.


Ta-da! The infamous Nasi Campur Kedewatan Ibu Mangku!

Nasi campur ini terdiri dari nasi dengan berbagai jenis lauk ayam khas Bali. Ada ayam sisit atau ayam pelalah (ayam suir yang dibumbui merah pedas), ayam betutu (ayam panggang berbumbu khas Bali), gorengan jeroan (ati ayam, ampela, dan usus), goreng-gorengan garing kulit ayam dan tulang kecil, sate lilit ayam, serta setengah telur ayam pindang. Hidangan ini juga dilengkapi dengan sayur lawar jukut (rebusan kacang panjang dicampur kelapa berbumbu, semacam urap), kacang tanah goreng, sambal iris, dan kuah ayam yang gurih.

Enak kan kedengarannya?

Bagian favorit saya di menu ini adalah sate lilitnya. Rasanya pas, ada manis, gurih, dan juga agak pedas. Sate lilit ini bisa mengimbangi keseluruhan elemen rasa di atas piring yang cenderung keasinan buat saya. Bagian favorit lainnya adalah gorengan kering karena memberi tambahan tekstur dan rasa gurih. Sayurnya juga bikin segar.

Kalau mau mencoba rasa autentik Bali, inilah dia restoran yang harus kamu coba. Overall, pengalaman makan yang gak mengecewakan sama sekali sih. Lagipula, harganya murah meriah. Cukup 25.000 rupiah, kamu udah bisa kenyang banget.

***

Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku
Jalan Kedewatan no. 18, Ubud
Bali, 80571
Telp : 0361 - 974795

No comments:

Post a Comment