Tuesday, July 14, 2015

Ubud Trip Day 2: Peluncuran Buku Adiboga Khas Eropa

Baca Part 3 di sini.

Setelah puas jalan ke Museum Puri Lukisan, saya pun meluncur ke Ubud Food Festival, tepatnya di Elephant Coffee, buat menghadiri peluncuran buku Adiboga Khas Eropa karya Kevindra Prianto Soemantri,


Kevin and his book

Sebelumnya, mari mengenal sosok Kevin dulu lebih dekat. Buat yang setia nonton Masterchef, mungkin kalian langsung akrab dengan wajahnya. Soalnya, dia ini adalah salah satu jebolan Masterchef season 1. Yang paling mencolok darinya adalah waktu itu dia merupakan peserta termuda. Masih 17 tahun, bok, dan buat ikut acara ini, dia bela-belain keluar SMA. Hmm...worth it kah? Ga tau juga sih, dan yang lebih penting, bukan urusan kita :)) Yang jelas, di umur 22 tahun sekarang aja dia udah mau nulis tiga buku. Jadi editor pula di masak dot tv. 

“Buku ini berisi kumpulan resep kuliner khas Eropa dengan step-by-step yang mudah diikuti. Jadi, kita dapat menikmati kuliner khas Eropa yang identik dengan kemewahan di rumah sendiri dan tentunya buatan kita sendiri,” ucap Kevin di acara tersebut.


Tampilan si buku, courtesy of instagramnya Kevin.


Sebenarnya, saya punya mimpi kalau suatu saat saya mau bikin buku masak sendiri. Tapi begitulah, selalu banyak nanti-nantinya. "Nanti" yang paling ultimate banget bullshitnya adalah..."nanti deh belajar masak sampe jagonya," Zonk banget, kan? Gimana mau nulis buku masak kalau ga belajar masak? 

Melihat sosok Kevin, saya jadi terintimidasi sendiri. Lalu saya langsung mikir, what I've done with my life :(( nulis blog aja suka kepending lama banget.

Balik lagi ke bukunya. Tadinya saya sempat mikir, sebenarnya buku ini cukup antimainstream diluncurkan di acara selokal-membumi-berbudaya semacam Ubud Food Fest ini. Ga heran, banyak wartawan yang nanya, ngapain meluncurkan buku tentang Eropa, kenapa juga gak Indonesia? 

Ternyata, ga perlu gelagapan untuk menjawabnya. Seperti dikutip dari Pak Bondan Winarno selaku moderator peluncuran buku ini, kurikulum sekolah kuliner di Indonesia masih sangat mengacu pada kuliner Eropa. Jadi, Kevin menulis buku ini supaya dapat menjadi acuan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kuliner. Ya, ini masih jadi PR buat Mendikbud supaya kurikulum sekolah kuliner Indonesia lebih menitikberatkan kepada kuliner tradisional.


Kevin menandatangani bukunya


Melihat dari audiens acaranya sendiri, ternyata memang banyak anak-anak muda yang datang. Ga salah, deh, soft launching di Bali. Secara anak mudanya sangat berminat bekerja di dunia tourism. Di acara tersebut, Kevin menjual bukunya di tempat. Aslinya buku ini dikasih harga Rp108.000 sama penerbit Gramedia, tapi berhubung masih soft launching, dibanderol seratus ribu saja plus tanda tangan. Habislah buku itu diborong penonton.

Walaupun begitu, yep, anda benar. Saya ga beli. Lagi ga punya uwit. Hix. Maaf ya Kev! Walaupun gue ga beli, gue baca kok...punya temen sebelah. Sekali lagi maaf ya Kev! Kan mau guah tulis di blog *halusinasi*

Tidak hanya membantu kita untuk memasak sendiri makanan khas Eropa di rumah, Kevin mengatakan bahwa buku ini juga dapat menambah pengetahuan dan perbendaharaan rasa pada makanan Eropa. Dengan mengenali lebih jauh kuliner khas Eropa, Kevin juga berharap bukunya dapat lebih menarik minat masyarakat urban untuk memasak sendiri. Soalnya sekali lagi dari yang saya intip, resep di buku ini mudah untuk dibuat. Gambarnya bagus pula dan step-by-stepnya ga ribet.

Pas ditanya rencana ke depannya, Kevin menjelaskan kalau dia berencana membuat buku bertemakan masakan Indonesia.

“Untuk saat ini, semuanya masih tahap riset karena sekarang saya juga masih mempromosikan buku terbaru ini. Tantangannya sendiri ada pada kuliner Indonesia sangat beragam sehingga cukup sulit untuk menemukan dasarnya. Dengan buku tersebut saya berharap anak muda Indonesia dapat lebih melestarikan budayanya sendiri, terutama budaya kulinernya,”

Well then, good luck Kevin. I wish all the best for you and thank you for inspiring me! :)



Jakarta, 15 Juli 2015
Dina Vionetta

No comments:

Post a Comment