Sunday, September 20, 2015

Antilles Festival Erasmus Huis

Festival Antilles. Picture taken from Erasmus Huis.

Hari Sabtu, 19 September 2015 kemarin, saya diajak teman ke Erasmus Huis. Tujuannya adalah malam minggu berbudaya di Antilles Festival. Dilihat dari posternya sih, acara ini tampak menarik sekali. Apalagi ada embel-embel A Taste of the Carribean yang berarti makan-makan.

Seperti yang dibilang di poster, acara ini mulai jam 4. Akan tetapi, berhubung saya lelet, dan teman saya juga lagi ketemu temannya yang lain, saya main dulu ke Lotte Shopping Avenue Kuningan untuk nimbrung mereka lagi gosip. Pre-event ini diperlukan untuk mencegah kami menjadi terlalu berbudaya setelah pulang dari Erasmus Huis.


Kak Rizta, Kak Ajeng, dan Saya. Pic taken from IG kak Ajeng. Jangan ditanya, gosipnya sih masi seputaran Riana Rara Kalsum.


Sesampainya di Erasmus Huis, jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Tentunya demo masak udah bubar dari kapan tau. Iyalah, lo telat tiga jam. mbak. Band bernama Orchestra Pegasaya sudah asyik mengalun. Eh, lebih tepatnya menghentak. Saya melihat massa sudah ramai berkerumun sambil joget-joget di dekat panggung. Kalau doyan joget sih, musiknya memang ngajak joget banget.


Tempat berkumpul para jago salsa 2015.


Esesese, sebelum saya bercerita lebih lanjut, pada udah tau belom sih Antilles itu apaan?


Pic taken from Kids Britannica


Sebenernya saya juga ngerti-ngerti enggak sih, hehehe. Antilles ini sebenarnya merujuk ke semua kepulauan di daerah laut Karibia. Ia berbatasan dengan Samudera Atlantik dan Gulf of Mexico. Nah, biarpun jauh dari Belanda, ternyata Belanda ada pengaruh besar buat beberapa pulau itu. Apalagi kalau bukan karena penjajahan, pih.

Di antara kepulauan besar itu, ada lima pulau yang dulu dijajah Belanda, nama-namanya bisa dilihat di peta. Mereka disebut Netherland Antilles atau Dutch Antilles. Katanya sih, sekarang status hubungan lima pulau itu dengan Belanda udah masing-masing beda.

Oke, kembali ke festival. Ga semenyedihkan penjelasan barusan, ternyata Festival (Dutch) Antilles ini asyik punya. Namanya juga festival dan party ala Karibia, langsung kebayang lah kalau isinya laugh-laugh di udara. Kulinernya pun kaya rasa dan menyegarkan. Sekali suap langsung berasa lagi ada di pantai.


Sup Seafood


Ini appetizernya. Sup seafood ini terbuat dari kaldu seafood dan tomat. Isinya potongan udang, cumi, kentang, tomat, dan ditaburi dengan parsley. Walau disajikan hangat, segarnya cukup nendang dan mengundang selera. Hmmm.


Seafood Platter


Ini rasanya lucu lho. Unik. Elemen utamanya adalah lobster yang dimarinade dengan bumbu yang citrusy. Lobster ini disajikan dengan semacam mini pancake yang gurih, bean cake, dan kerupuk yang saya gak tau namanya tapi ada KW-nya di Kinara Indian Cuisine Kemang. Sebagai pelengkap, ada dua jenis saus. Yang pertama adalah saus dari tomat dan yang kedua adalah salsa dari nanas, jagung, dan mangga. Tak lupa digarnish dengan daun dill segar. Enakkkk!


Meat Platter


Ini rasanya familiaaaar banget sama makanan Indonesia. Hidangan ini terdiri dari stew daging dengan bumbu berwarna cokelat dengan rasa di antara semur, gulai, dan rendang; stew ayam dengan rasa mirip-mirip opor tapi lebih gurih; sayur buah zaitun dengan kuah kental; lalu disajikan dengan polenta. Polenta ini sempat bikin saya tebak-tebakan sama teman saya. Ini ubi. kentang, beras, apa couscous diancurin, atau apaan gitu? Tapi secara keseluruhan. rasanya enak juga.


Dessert Time!


Dessert ini rasanya juga familiar banget dengan makanan Indonesia. Yang di atas itu adalah puding susu. Yang di bawah, saya ga tau namanya. Yang saya tau, di bahan-bahannya itu adalah susu, kelapa, kismis, dan kacang. Hayo tebak mirip apaan? 

Teman saya sih cepet banget bilang klapertaart. Hehehe. Sama halnya dengan kue Antilles ini, klapertaart kita merupakan dessert peranakan Belanda.

Saya juga sempat ngobrol-ngobrol dengan chefnya. Namanya adalah Chef Jethro Wirht, dan sekarang berdomisili di Suriname. Tampaknya beliau ini semacam celebrity chef di sana, soalnya lumayan banyak yang ngelike page FBnya. Orangnya gede banget sekulkas, tapi ramah dan doyan senyum. Umurnya masih di bawah 30 tahun, tapi udah sering keliling dunia memperkenalkan kuliner Dutch Antilles. Hebat euy.


"Kita orang Antilles ini kalau masak memang banyak banget. Kita suka undang tetangga buat makan-makan bareng di rumah kita." Reaksi pertama "Awww sweetnya", Reaksi kedua "Kalau semua orang kayak gitu, kalian makannya banyak-banyak amat dong,"


Sehabis makan-makan, saya sempat nyelip-nyelip di antara kerumunan orang joget salsa yang lagi dengerin band Pegasaya. Ya ampun, rasanya awkward banget sok-sok joget ala-ala, tapi ga bisa joget, jadi cuma gerak kiri-kanan aja. Itu pun karena pengen ngehindarin orang-orang yang jogetnya jago-jago abis. Tapi asyik juga euy! Aiiih. Langsung timbul tekad kuat untuk belajar salsa. Selain pengen jago joged, pengen pula punya badan kayak Venna Melinda. Yiha.


Band Jogetan Seruuu


Band ini gemes banget. Selain nyanyiin lagu-lagu dance Karibia, dia juga nyanyiin ABC-nya Jackson Five dan All of Me-nya John Legend yang udah diaransemen ulang ala-ala musik salsa gitu. Bahkan dia sempet nyanyi Cinta Satu Malam juga! Kocaaaak!

Sebagai penutup, tentunya wefie dengan maskot malam itu, yaitu Salsa Queen Valerie.


Sambil tersenyum ku berpikir, apakah beratnya headpiece-mu mengalahkan beratnya suntiang Padang? #eh

Biarpun telat datang, malam ini saya cukup happy. Saya berharap, semoga saya makin banyak kesempatan buat ikut-ikut acara kebudayaan seperti ini. Selain tambah pengetahuan, acaranya pun seru. Kalau ga seru pun lumayan lah, bisa update socmed dengan hashtag #DinaBerbudaya2015. Just kidding, :p


Akhir kata, thank you for reading, fellas. Dan selamat hari Senin!

No comments:

Post a Comment