Monday, October 19, 2015

Wisata Kuliner Gili Trawangan

Baca petualangan saya di Gili pada tautan ini.

***


Berhubung Gili Trawangan merupakan salah satu gudang kuliner Lombok, saya cukup menikmati pengalaman saya makan di sini. Pokoknya di Trawangan ini saya makan banyak banget. Entah hoki atau gimana, semua makanannya enak-enak. Berikut ini adalah rangkuman pengalaman makan saya yang harus kalian coba di sini.

WARUNG DEWI


Penampakan warung makan surgawi

Sesungguhnya, saya gak bisa menjelaskan lokasi pasti Warung Dewi ini. Selain sudah lupa, saat saya turun dari kapal pasca snorkeling rasanya memang udah capek dan giting banget. Lokasinya sih masih dekat dengan Andy Snorkeling. Yang saya ingat, warung ini terletak di sebuah gang, sebelah kanan, di belakang kumpulan warung sayur, dan mau tanya siapapun juga orang pasti tahu.

Tanpa berbasa-basi, saya hadirkan menu pemenang hati dan perut ini.

Piring kebahagiaan berisi udang goreng tepung, sate pusut, pelecing kangkung, dan ayam suir pedas.

Saya enggak tahu berapa harga pasti makanan ini secara si ibu kalo ngitung suka asal, walaupun harganya murah sekali. Saya dan keluarga yang sama-sama gragas hanya perlu mengeluarkan kocek 200 ribu rupiah buat keseluruhan pesanan. Itu pun sudah sama minum.

Yang saya suka, warung ini menyediakan berbagai menu autentik khas Lombok. Banyak menu seafood yang saya suka sekali. Sayurannya pun oke, apalagi pelecing kangkung. Anyway, di Lombok ini saya benar-benar jatuh cinta sama pelecing kangkung. Saya pasti pesan menu itu di semua tempat yang menjualnya. Segar banget.

Udang tepungnya juga lumayan, besar dan kulitnya masih crunchy. Sate pusutnya pun oke dan terasa sekali bumbunya. Lalu ayam suir pedas yang agak liat menyempurnakan suapan saya. Rasanya nendang! Pokoknya saya makan ini ga sampai 5 menit langsung habis.

Setelah makan dengan sangat gragas, keluarga saya memutuskan buat membakar kalori lagi. Caranya adalah berjalan kaki dari Warung Dewi yang notabene terletak di timur Trawangan menuju penginapan tercinta, Ombak Sunset yang notabene terletak di ujung barat Trawangan. Jaraknya kira-kira tiga kilometer. Hah, jauh. Di tengah kelelahan, saya secara ga sengaja nemu dessert enak.

SCOOPERIFIC


Scoops of Goodness.

Sungguh, saya benar-benar ga ngerti dengan proses saya membeli es krim ini. Rasanya seperti bukan dikendalikan oleh otak dan hati. Kaki saya ini jalan sendiri ke sini. Mungkin saya yang merasa sudah cukup membakar kalori ga rela kalau kalorinya dibuang lagi. Soalnya nanti kalau saya kurus ga enak dipeluk #eh. 

Scooperific yang secara random saya samperin ini ternyata memang mantap. Walaupun tampaknya merupakan merk es krim nomor dua di Gili (karena yang nomor satu dipegang Gili Gelato), pilihan rasanya cukup unik. Saya memesan rasa cherry dan pistachio. Kata adik saya sih, rasanya mirip obat batuk, tapi menurut saya ini enak banget.


SCALLYWAGS ORGANIC SEAFOOD BAR AND GRILL


Ada sebuah kebetulan yang oke di saat saya tiba di Gili. Jadi ceritanya saya dan teman baik saya, kak Ajeng, liburan ke Lombok dalam waktu yang hampir bersamaan. Kami juga ada di Gili pada hari yang sama. Karena dia juga tukang makan dan udah tau duluan mana tempat yang enak, saya pun ngintil dia makan malam di sini. Ini adalah pesanan saya.


Picture taken by @sekarmelathi.

Menu pesanan saya namanya Scallywags Signature Fish. Hidangan ini terdiri dari butterfish panggang (kata masnya sejenis gindara), mashed potato, tumis pokchoy, dan udang panggang. Harganya 140 ribu rupiah sudah sama pajak.

Jadi ceritanya waktu itu saya lagi bingung mau pesan apa. Soalnya menu makanan di Scallywags banyak banget dan terlihat enak-enak semua. Tapi, ada yang pernah bilang ke saya kalau dengan memesan menu berembel-embel "Signature", berarti kita sudah pesan satu menu yang proses pembuatannya paling dipikirkan matang-matang sama chefnya. Walaupun sebenarnya Signature Fish ini kombinasinya paling aneh di antara menu-menu lain, akhirnya saya pesan juga.

Bagaimana hasilnya? Tentu saja tidak mengecewakan. Yang ga Signature aja enak. apalagi yang Signature? Sudah barang tentu sedap. Kombinasi aneh yang tadi saya bilang, malah saling melengkapi. Menurut saya sih yang menyatukan adalah bumbu panggang khas Indonesia buat ikan dan udangnya, makanya sayur pokchoy yang Asia banget bisa masuk. Yang unik, mashed potato yang ala bule malah bisa melengkapi hidangan ini di segi tekstur. Mantap deh. Seasoningnya pas, tingkat kematangannya pas, semuanya serba pas. Ini baru yang namanya buang-buang duit yang gak berasa buang-buang duit.

Menu ini pun berhasil mengakhiri wisata kuliner saya di Gili dengan cantik, mulus, dan menyenangkan. Soalnya, esok harinya saya sudah pindah tempat lagi, udah gak di Gili. Ga berasa ya? Cepat banget liburannya udah mau berakhir.


Bagaimana, sudah tertarik wisata kuliner di Gili Trawangan?

No comments:

Post a Comment