Wednesday, December 6, 2017

My Cheap Korean(ish) Skincare Routine Lately

Orang Korea berhasil “menjajah” cewek-cewek Indonesia dalam hal perawatan wajah alias skincare. Bravo banget. Bahkan cewek yang tergolong cuek seperti saya jadi ikut-ikutan. Sejak mengikuti Korean(ish) skincare routine dengan lumayan telaten, keadaan wajah saya jadi serba pas mulai dari warna, kelembaban, sampai teksturnya. Di dompet juga pas karena produk yang oke ternyata gak harus mahal.



Source: pixabay.com


(Tapi enggak langsung jadi cantik banget apa gimana sih, soalnya dikasih Tuhan segini aja tampangnya hahahaha)

Bukannya Orang Korea Cantik Berkat Operasi?


Bukan rahasia memang kalau kecantikan wajah cewek Korea banyak yang berasal dari operasi plastik. Oleh karena itu, hal ini sering jadi dalih orang malas (termasuk saya tadinya), buat ikut-ikutan perawatan wajah ala mereka.

Padahal, keadaan kulit itu sepertinya gak mesti berkat andil operasi plastik. Bolehlah mereka punya hidung mungil tapi mancung, bibir merah sehat, juga tulang rahang yang halus bentuknya. Namun, kulit yang sehat berasal dari perawatan yang baik, bukan dari operasi plastik.

Berhubung saya enggak suka ke salon untuk facial atau perawatan wajah lainnya, apalagi ke dokter kulit karena takut ketergantungan seperti jaman dahulu, opsi merawat kulit di rumah dengan produk-produk tertentu saya rasa masuk akal. Saya enggak pingin cantik yang gimana banget, sih. Saya cuma gak pingin ketika tua nanti, kulit muka rusak dan keriput enggak karuan. Maunya ketika tua nanti ya seperti Nigella Lawson (loh, kok bukan orang Korea goalsnya).

Perkara Cara, Bukan Produk


Alasan saya menyebut skincare routine ini Korean tapi pake embel-embel “-ish” adalah karena saya enggak banyak pakai produk Korea. Yang saya ikuti adalah routine-nya saja. Cewek Korea terkenal dengan perawatan muka berlapis-lapis yang banyak makan waktu. Namun, setelah riset kecil-kecilan dan langsung pakai ke muka, semuanya jadi masuk akal. Mereka mengaplikasikan 7 sampai 10 produk perawatan ke wajahnya setiap hari, pagi dan malam.

Cara ini yang saya tiru, walaupun stepnya enggak sebanyak itu.

Berikut ini adalah produk-produk yang saya pakai dan cukup efektif. Perlu teman-teman tahu bahwa skincare dan kulit kita itu jodoh-jodohan, jadi skincare ini juga belum tentu cocok di kulit kalian. Tujuan saya cuma ingin berbagi aja kalau ternyata harga dan nama besar produk belum tentu berbanding lurus dengan fungsinya.

Jadi, jangan cepet kemakan kata-kata beauty blogger dan selebgram yang diendorse sana-sini, oke?

Double Cleansing (Micellar Water dan Face Wash)


- Corine de Farme Purity Micellar Water 500 ml (Rp190.000)

 

Source: femaledaily.com

 

Karena kulit saya berminyak, saya jadi lebih memilih micellar water alih-alih cleansing oil. Agak enggak pede rasanya pakai produk yang oil-based ketika kulit sendiri udah seperti kilang minyak. Alasan memakai produk ini adalah harganya yang masuk akal dibandingkan dengan Bioderma Micellar Water dan hasilnya sama aja.

Kalau semua soal harga, kenapa enggak pakai micellar water yang low-end sekalian? Alasan pribadi saya itu kalau udah pake kata “water” ya teksturnya harus benar-benar berasa air di muka. Sementara itu, micellar water yang low-end masih terasa licin. Huuu tepu-tepu, nih.

- Pond’s Antibacterial Facial Scrub with Herbal Clay 100 gr (Rp24.000)

 

Source: tokopedia.com

 

Facial wash ini bisa kamu temukan di mana saja sampai ke warung kecil banget di pelosok. Harganya juga murah. Beres cuci muka dengan facial wash ini, segala minyak dan hinyai dijamin hilang tuntas walau jadi berasa agak kering. Kalau kamu jerawatan parah, lebih baik pakai produk lain yang enggak ada scrub-nya. Saya masih bisa pakai produk ini karena kini jerawat saya udah berkurang banyak dibandingkan saat dahulu kala muda bergelora.

Double Toning (Exfoliating dan Hydrating Toner)


- Pixi Glow Tonic 250 ml (Rp485.000)

 

Source: asos.com

Wow, mahal banget! Hahaha. Itulah akibat mendengarkan kata-kata beauty blogger yang tajir dari lahir. Namun, produk ini bagus, sih. Muka jadi berkurang gradakannya.

Kandungan aktif di dalam produk ini adalah glycolic acid 5%. Gunanya untuk mengeksfoliasi kulit alias mengangkat sel kulit mati secara kimiawi. Sayangnya, karena mahal banget, saya akan segera berpindah ke lain hati yakni kepada…

- The Ordinary Glycolic Acid 7% Toning Solution 240 ml (Rp177.000)

 

Source: theblondesalad.com

 

Belum bisa direview karena masih PO, but I expect the same, even better result. Soalnya kandungan aktifnya lebih tinggi tapi enggak terlalu tinggi. Rasanya kulit masih bisa menahan “kekerasan” bahan ini.

- Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Lotion 100 ml (Rp38.500)

 

Source: blibli.com

 

Walaupun kulit berminyak, kita enggak boleh enggak pakai pelembab kulit atau hydrating toner. Tujuan pelembab adalah menahan air di kulit, bukannya minyak. Hal itu diperlukan semua jenis kulit. Ketika kadar air di wajahmu kurang, kulit justru akan memproduksi lebih banyak minyak untuk melembabkannya. Bahaya, kan? Walaupun produk ini bertitel “lotion”, fungsi dan teksturnya menunjukkan bahwa jati diri si Gokujyun ini sesungguhnya benar-benar hydrating toner.

Serum


- The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% Shared Jar 10 ml (Rp 80.000)

 

Source: beautylish.com

 

Niacinamide alias vitamin B3 merupakan bahan yang mampu mengurangi jerawat dan mencegahnya kembali lagi serta meratakan dan mencerahkan warna kulit. Dari seluruh produk skincare saya, produk ini adalah yang PALING efektif menghadirkan hasil tersebut.

Oleh karena itu, saya berencana repurchase sebotol produknya sebanyak 30 ml, enggak shared jar lagi. Harganya Rp139.000. Wow, menang banyak si tukang shared jar kemarin itu.

Pelembab Pagi dan Malam


Ketika pecinta Korean skincare membedakan beberapa, bahkan seluruh produk di rutinitas skincarenya untuk pagi dan malam, saya cuma membedakan di lini pelembab ini saja. Sisanya sama-sama dipakai pagi dan malam.

- Pagi: The Body Shop Tea Tree Mattifying Lotion 50 ml (Rp189.000)

 

Source: Thebodyshop.com.my

Saya udah lama pakai produk ini karena sangat bisa menahan minyak di wajah agar tidak lebay mengucur dari pori-pori wajah. Bikin minyak di kulit gak gengges lagi. Jerawat pun jadi gak banyak keluar. Walaupun banyak orang bilang skincare dari The Body Shop gak recommended, buat saya seri Tea Tree itu lumayan banget, deh.

Minusnya, ia bisa terasa agak perih. Soalnya, memakai sesuatu dengan bahan tea tree di wajah seringkali berasa memakaikan minyak kayu putih, baik dari segi “kepedasan” maupun aroma. Selain itu, terasa pula kulit juga ini jadi berasa kering. Aneh, kan? Berminyak tapi sering terasa kering dan “ketarik”. Oleh karena itu saya akhir-akhir ini berusaha lebih melembabkan kulit, terutama dengan bantuan hydrating toner Hada Labo Gokujyun tadi.

- Malam: Pond’s White Beauty Night Cream 20 gr (Rp23.000)

 

Source: tokopedia.com

 

Sekali lagi, saya enggak ada maksud pingin bikin kulit terlihat lebih putih. Saya lebih menjaganya agar tidak jadi kusam aja. Nah, ternyata bahan aktif di krim malam satu ini adalah vitamin B3 alias niacinamide. Beda penyebutan, tingkat ke-fancy-annya jadi berkurang, ya? Harganya juga murah banget, hahaha. Jadi, selain mencerahkan kulit, saya juga percaya produk ini mampu melembabkan kulit saya di malam hari dan mencegah jerawat datang meradang.

SPF


Salah satu beauty writer favorit saya pernah bilang, semahal apapun skincare kamu, semuanya enggak guna kalau kamu tidak mengakhirinya dengan SPF. Saya udah membuktikannya dengan sebenar-benarnya kalau sinar matahari adalah musuh besar utama nan nyata. Kulit saya berbeda jauh kabarnya ketika masih ngantor dan ketika kerja di rumah. Padahal, saya di jalan ke kantor di pagi hari cuma selama setengah jam setiap harinya. Ya, mungkin ada juga andil polusi pengotor wajah yang mengenai kulit saya ketika saya pulang kantor setiap malamnya. Maklum, anak motor beb.

Oleh karena itu, pencarian SPF ini adalah pencarian skincare yang paling drama. Bayangkan, saya sudah berniat invest ingin pilih produk Korea asli saking pentingnya SPF ini. Saya beli The Face Shop Clean Face Oil Free Sun Cream Sunblock SPF 35 PA++ seharga Rp180.000an tapi tidak cocok, jerawatan parah karena mungkin formulanya terlalu kental sehingga menyumbat pori-pori. Kemudian, saya beli Laneige Suncare Sunblock Supreme SPF 50 PA+++ seharga Rp240.000an yang lebih ringan, tapi tetap tidak cocok.

Bayangkan betapa sakit hatinya sudah membuang-buang duit dengan dua jenis SPF tersebut, ketika akhirnya yang cocok di kulit adalah…(bandingkan harganya)

- Emina Sun Protection SPF 30 PA+++ 60 ml (Rp24.000)

 

 
Source: tokopedia.com

Produk lokal inilah yang akhirnya cocok di kulit saya dalam artian tidak menyebabkan jerawat dan bisa menjaga warna kulit jadi tidak kusam. Saat masih bekerja kantoran, wajah saya normal kondisi warnanya. Namun, ketika saya kerja di rumah, ternyata warna kulit tetap jadi lebih baik. Bahkan ketika saya tidak mengenakan SPF ini. Yaa, saya kan cuma pakai SPF kalau keluar rumah.

Jadi, saya berasumsi kalau SPF ini belum tentu maksimal juga hasilnya. Dia cuma mengurangi saja dampak cahaya matahari tersebut ke kulit kita, bukan memblok seluruhnya. Jadi, kalau tidak pingin terkena dampak sinar matahari secara berlebihan, tidak ada cara lain di samping berusaha menghindari sinar matahari langsung bagaimanapun caranya.

Tambahan Seminggu Sekali


Innisfree Super Volcanic Clay Mask 100 ml (Rp155.000)

 

Source: innisfreeworld.com

 


Masker clay dan mud memang cocok dipakai siapa saja yang kulitnya berminyak. Kemarin-kemarin, ada produk yang namanya Glamglow Supermask Clearing Treatment. Mahal banget coy, satu pcsnya sampai 900 ribu! Gila banget, kan? Akhirnya saya beli versi sampelnya saja seharga Rp250.000 dengan klaim penjual “Bisa untuk 5 kali pakai”. Saya pakai tipiiiis banget di muka. Jadi bisa pakai 7 kali hahaha. Memang bagus sih, tapi mahal. Gak bisa akutu.

Lalu, ada orang yang mereview dupe-nya Glamglow Supermud bernama Innisfree Super Volcano Clay Mask. Kebetulan pula teman kantor ada yang pingin beli. Jadilah saya titip ke dia. Hasilnya memuaskan banget karena selain murah, hasil yang diberikan itu sama dengan Glamglow Supermud. Wah, cinta deh sama produk ini.

Saya pakai seminggu sekali saja. Masker ini teksturnya jauh lebih berat daripada Glamglow Supermud jadi pakainya bisa dicampur rose water dulu. Tapi, saya suka langsung pakai aja dengan kuas masker. Ingat, pakai masker clay itu gak boleh sampai kering banget. 10 menit langsung cuci aja. Lebih dari itu, muka dijamin mengkeret karena kelembabannya ketarik semua.

Ya, itulah daftar skincare yang biasa saya kenakan. Phew! Gak berasa ngumpulin skincare, ternyata saya punya banyak. Pegel juga nulisnya. Kenapa saya baru berani review-review skincare saya, itu karena baru sekarang inilah saya merasa kalau aneka skincare ini memberikan dampak yang baik di kulit. Cerah, tapi gak putih. Lembab, tapi gak berminyak banget. Halus, tapi manusiawi lah ya kadang tetap ada jerawat satu-satu saat PMS walau gak ganggu banget. Kulit manusia, sih, bukan kulit porselen.

Ketika kulitmu udah lumayan baik, kamu jadi pede keluar rumah tanpa pakai makeup di kulit wajah. Saya enggak pernah lagi bedakan kecuali saat kondangan. Dengan pinsil alis, eyeliner, dan lipstik saja, udah siap banget go show deh. Makeup saya cuma ada tiga, pinsil alis Etude, eyeliner Lakme, dan lipstik matte Purbasari no. 83. Udah, itu aja. More skincare, less makeup. Beneran jadi ga niat beli-beli makeup.

Jadi, buat teman-teman, ternyata prinsip less is more itu enggak ada ceritanya di skincare. Kita memang harus telaten demi punya kulit yang sehat. Selamat mencoba!

No comments:

Post a Comment